Guru Besar FUSA UIN Imam Bonjol Bahas Peluang Riset Karya Ulama Nusantara di UNIDA Gontor

Heri Sugiarto • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 09:00 WIB
Guru Besar Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama (FUSA), Novizal Wendry, mendapat rekognisi sebagai pemateri dalam kuliah tamu di Fakultas Ushuluddin, Universitas Darussalam Gontor. (Foto: Humas UIN)
Guru Besar Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama (FUSA), Novizal Wendry, mendapat rekognisi sebagai pemateri dalam kuliah tamu di Fakultas Ushuluddin, Universitas Darussalam Gontor. (Foto: Humas UIN)

PADEK.JAWAPOS.COM — Guru Besar Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama (FUSA) UIN Imam Bonjol Padang, Novizal Wendry, mendapat rekognisi sebagai pemateri dalam kuliah tamu di Fakultas Ushuluddin Universitas Darussalam Gontor (UNIDA) Ponorogo, Sabtu (11/7/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Markaz Shirah Nabawiyah UNIDA Ponorogo. Kuliah tamu diikuti sejumlah mahasiswa dan dosen Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (IAT).

Pelaksanaan kegiatan didasarkan pada surat undangan Rektor UNIDA Nomor 179/PMDG/100TH-e/XII/1447 tertanggal 2 Juli 2026 dan surat tugas Dekan FUSA UIN Imam Bonjol Padang Nomor B.346/Un.13/FUSA/KP.02.3/07/2026 tertanggal 9 Juli 2026.

Dalam kuliah tamu tersebut, Novizal Wendry membawakan tema “Riset-Riset dalam Karya Ulama Nusantara; Peluang, Metode, dan Tantangan.”

Tema tersebut membuka ruang bagi pengembangan objek penelitian yang selama ini banyak berfokus pada karya ulama dari kawasan Arab untuk turut mengkaji karya ulama Nusantara.

Novizal menawarkan pemanfaatan situs digital yang memuat karya-karya ulama Nusantara sebagai salah satu opsi dalam mengakses sumber penelitian. Menurut materi yang disampaikan, akses digital dapat memudahkan mahasiswa dan peneliti melakukan kajian terhadap karya ulama meskipun berada jauh dari lokasi sumber tersebut.

Objek penelitian karya ulama Nusantara juga dinilai tidak terbatas bagi mahasiswa IAT. Kajian tersebut dapat dikembangkan oleh mahasiswa dari disiplin lain, seperti Ilmu Hadis, Aqidah dan Filsafat Islam, maupun program studi lainnya.

Ketua Program Studi IAT UNIDA, Mahmud Rifaannuddin, M.Ag., menyambut positif materi yang disampaikan Novizal. Ia menyebut selama ini objek material penelitian mahasiswa IAT di UNIDA lebih dominan pada karya tafsir ulama Timur Tengah, seperti ar-Razi, Wahbah az-Zuhaili, dan Rasyid Ridha.

Menurut Mahmud, kehadiran Novizal sebagai pemateri memberikan wawasan baru bagi mahasiswa mengenai peluang menjadikan karya ulama Indonesia sebagai objek penelitian.

Dengan demikian, penelitian mahasiswa tidak harus selalu berfokus pada karya ulama Timur Tengah. Karya ulama Nusantara juga dapat menjadi sumber kajian akademik yang relevan.

Kegiatan kuliah tamu tersebut mendapat sambutan antusias dari peserta. (*)

Editor : Heri Sugiarto
Fakultas Ushuluddin Novizal Wendry riset ulama Nusantara Unida Gontor UIN Imam Bonjol Padang