Lolos Kampus Luar Negeri, Nayla Pilih Unand agar Tak Membebani Orang Tua

Hendra Efison • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 08:45 WIB
Nayla Irza Ramadhani, lulusan SMA Semen Padang, memilih mendaftar ulang di Program Studi Farmasi Universitas Andalas sembari menunggu hasil Beasiswa Garuda untuk melanjutkan studi ke luar negeri. (ilustrasi AI)
Nayla Irza Ramadhani, lulusan SMA Semen Padang, memilih mendaftar ulang di Program Studi Farmasi Universitas Andalas sembari menunggu hasil Beasiswa Garuda untuk melanjutkan studi ke luar negeri. (ilustrasi AI)

PADEK.JAWAPOS.COM– Meski diterima di sejumlah perguruan tinggi bergengsi di Indonesia dan berpeluang melanjutkan studi ke Australia maupun Hong Kong, Nayla Irza Ramadhani memilih mendaftar ulang di Program Studi Farmasi Universitas Andalas (Unand). Keputusan itu diambil sembari menunggu hasil Program Beasiswa Garuda agar tetap dapat melanjutkan pendidikan tanpa membebani orang tuanya.

Lulusan SMA Semen Padang Tahun Pelajaran 2025/2026 tersebut sebelumnya diterima di Program Studi Farmasi Universitas Andalas dan Universitas Padjadjaran. Selain itu, President University juga menawarkan beasiswa untuk Program Studi Kedokteran.

Di luar negeri, Nayla telah mengikuti proses seleksi pada bidang penelitian sains di Monash University, Australia. Ia juga memperoleh pemberitahuan dari The University of Hong Kong untuk bidang biomedis, meski status penerimaannya masih berada dalam daftar tunggu.

Namun, di tengah berbagai peluang tersebut, Nayla memilih mengambil langkah yang menurutnya paling realistis dengan memastikan terlebih dahulu tempat kuliah di dalam negeri.

"Saya bersyukur atas semua kesempatan yang diperoleh. Saya memilih Unand karena ingin tetap melanjutkan pendidikan tanpa membebani orang tua. Namun, saya tetap berharap memperoleh beasiswa penuh untuk melanjutkan studi di luar negeri, terutama di Monash University," ujar Nayla.

Menunggu Hasil Beasiswa Garuda

Nayla menjelaskan, kesempatan melanjutkan pendidikan ke Monash University masih bergantung pada hasil seleksi Program Beasiswa Garuda yang dijadwalkan diumumkan pada Agustus 2026.

Menurutnya, beasiswa tersebut menjadi faktor utama yang menentukan apakah dirinya dapat melanjutkan studi di Australia.

"Untuk melanjutkan pendidikan di Monash University, saya masih menantikan hasil seleksi Program Beasiswa Garuda yang dijadwalkan diumumkan pada Agustus 2026. Beasiswa penuh tersebut menjadi salah satu penentu apakah saya dapat mewujudkan keinginan menempuh pendidikan di Australia," katanya.

Harapan serupa juga dimiliki untuk The University of Hong Kong. Nayla mengatakan keputusan akhir dari perguruan tinggi tersebut juga bergantung pada kepastian dukungan pembiayaan yang diperoleh melalui Program Beasiswa Garuda.

"Di The University of Hong Kong, saya juga mengupayakan Beasiswa Garuda. Apabila saya mendapatkan beasiswa dan pihak pemberi beasiswa telah melaporkannya kepada The University of Hong Kong, maka pihak universitas akan memberikan keputusan akhir mengenai penerimaan saya," ujarnya.

Memilih Jalan yang Paling Realistis

Bagi Nayla, melanjutkan pendidikan tidak hanya berkaitan dengan mewujudkan cita-cita, tetapi juga mempertimbangkan kondisi keluarga. Karena itu, ia memilih tetap memiliki kepastian kuliah di Universitas Andalas sembari menunggu hasil seleksi beasiswa.

Ia juga telah menyiapkan diri apabila kesempatan belajar di luar negeri belum terwujud tahun ini.

"Kalau belum diterima, saya akan mencoba lagi tahun depan. Kalau ternyata belum juga, berarti rezeki saya memang berada pada pilihan yang sekarang," tuturnya.

Sikap tersebut mendapat dukungan penuh dari kedua orang tuanya. Ayah Nayla, Irwan Kartadi Putra, mengaku bangga dengan keputusan putrinya yang tetap mengutamakan kondisi keluarga di tengah banyaknya peluang yang diraih.

"Bagi kami sebagai orang tua, keberhasilan Nayla bukan hanya diterima di berbagai perguruan tinggi bergengsi, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang rendah hati, mandiri, dan memiliki kepedulian terhadap kondisi keluarga," ujar Irwan.

Ia berharap apa pun pilihan pendidikan yang nantinya ditempuh Nayla, putrinya dapat terus belajar, menjaga integritas, serta memberikan manfaat bagi masyarakat melalui ilmu pengetahuan.(*)

Editor : Hendra Efison
Nayla Irza Ramadhani Beasiswa Garuda SMA Semen Padang universitas andalas Monash University