PADEK.JAWAPOS.COM – Universitas Negeri Padang (UNP) memperkuat jejaring internasional melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Guizhou Equipment Manufacturing Polytechnic (GEMP), Tiongkok.
Kerja sama tersebut melahirkan program unggulan Dual Degree 2+1 untuk memperkuat pendidikan vokasi dan kolaborasi antara China dan negara-negara ASEAN.
Penandatanganan PKS dilaksanakan dalam rangkaian China–ASEAN Education Cooperation Week 2026, melalui China–ASEAN Forum on High-Standard Vocational Education Cooperation and the Symposium on the Collaborative Development of the "Guijiang Workshop" di Guizhou, Tiongkok.
Senior Eksekutif UNP, Prof. Ganefri, Ph.D., hadir sebagai pembicara utama dalam forum tersebut. Ia didampingi Dr. rer. nat. Deski Beri, S.Si., M.Si., Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Hubungan Internasional UNP.
Dalam paparannya, Prof. Ganefri menekankan bahwa perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence), transformasi digital, industri hijau, dan perubahan iklim telah mengubah kebutuhan dunia kerja sehingga perguruan tinggi dituntut menghasilkan lulusan yang adaptif, inovatif, dan memiliki daya saing global.
"Pertanyaan yang harus dijawab perguruan tinggi saat ini bukan lagi seberapa banyak lulusan yang dihasilkan, melainkan apakah lulusan tersebut mampu memberikan solusi atas berbagai persoalan global," ujar Prof. Ganefri.
Program Dual Degree 2+1
Sebagai implementasi kerja sama, UNP dan GEMP mengembangkan Guijiang Workshop, sebuah model kolaborasi pendidikan vokasi yang mengintegrasikan pembelajaran, pertukaran akademik, serta penguatan kompetensi berbasis kebutuhan industri.
Program tersebut telah mulai diwujudkan melalui partisipasi dua dosen dan 25 mahasiswa UNP dalam kegiatan Silk Road Guizhou Journey: Craftsmanship for Dreams – Guijiang Workshop International Study Camp di Provinsi Guizhou pada Juni 2026.
Kerja sama kedua institusi semakin diperkuat melalui penandatanganan PKS oleh Dr. rer. nat. Deski Beri bersama Direktur GEMP.
Salah satu hasil utama kerja sama itu adalah peluncuran Program Dual Degree 2+1, yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa Program Diploma III Teknik Listrik, Teknik Mesin, Teknik Otomotif, dan Teknik Sipil untuk menempuh pendidikan selama dua tahun di UNP dan satu tahun di GEMP, Tiongkok.
Melalui program tersebut, mahasiswa diharapkan memperoleh pengalaman akademik internasional sekaligus meningkatkan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri global.
Perluas Kolaborasi Akademik
Selain program dual degree, UNP dan GEMP juga sepakat memperluas kerja sama di berbagai bidang, meliputi:
- peningkatan kapasitas dosen dan mahasiswa;
- pertukaran akademik;
- pengembangan kurikulum berbasis industri; dan
- penguatan Guijiang Workshop sebagai pusat pengembangan talenta vokasi yang menjembatani kebutuhan perguruan tinggi dan dunia industri di kawasan China–ASEAN.
Perkuat Internasionalisasi UNP
Dalam mendukung internasionalisasi, UNP juga terus memperkuat diplomasi pendidikan melalui pendirian Confucius Institute, yang menjadi Confucius Institute ke-10 di Indonesia.
Kehadiran lembaga tersebut membuka peluang bagi sivitas akademika dan masyarakat untuk mempelajari bahasa serta budaya Tiongkok, sekaligus memperluas kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Saat ini UNP juga menjadi tempat belajar bagi mahasiswa internasional yang berasal dari Thailand, Tiongkok, Malaysia, dan Nigeria.
Selain itu, UNP memiliki UNP In-house Migrant Center yang bertujuan mempersiapkan lulusan agar siap bersaing di pasar kerja global.
Kerja sama strategis antara UNP dan GEMP menjadi komitmen kedua institusi dalam membangun ekosistem pendidikan vokasi yang unggul, adaptif, dan berorientasi global.
Kolaborasi tersebut juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan kemitraan pendidikan tinggi antara China dan ASEAN.(*)
Editor : Heri Sugiarto