PADEK.JAWAPOS.COM – Sebanyak 920 satuan pendidikan di Sumatera Barat (Sumbar) mendapat bantuan program revitalisasi pada 2026. Jumlah tersebut meningkat 173 persen dibandingkan 2025 yang hanya mencakup 337 satuan pendidikan.
Total nilai bantuan revitalisasi sekolah di Sumbar pada 2026 mencapai Rp617,24 miliar, meningkat sekitar 106 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp300,07 miliar.
Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy menyambut baik perluasan program bantuan pemerintah tersebut. Menurutnya, bertambahnya penerima bantuan membuka peluang untuk mempercepat pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan di berbagai daerah.
“Yang ingin kita pastikan adalah semakin banyak sekolah yang mendapatkan perhatian, maka itu berarti, semakin banyak juga anak-anak kita yang bisa belajar di lingkungan yang lebih layak, aman, dan nyaman. Karena itu, kita menyambut baik, ketika program revitalisasi diperluas,” tegas Vasko di Padang, Senin (10/8/2026).
PAUD dan SD Jadi Penerima Terbanyak
Bantuan revitalisasi sekolah pada 2026 mencakup berbagai jenjang pendidikan. Peningkatan penerima paling signifikan terjadi pada jenjang PAUD dan SD.
Jumlah penerima bantuan PAUD meningkat 774 persen dibandingkan 2025, sedangkan penerima SD bertambah 228 persen. Sementara itu, penerima bantuan untuk jenjang SMP meningkat 53 persen.
Pada 2026, sebanyak 271 satuan pendidikan PAUD menerima bantuan dengan nilai sekitar Rp110,17 miliar. Kemudian 443 satuan pendidikan SD mendapat bantuan sekitar Rp245,73 miliar.
Selanjutnya, bantuan diberikan kepada 142 satuan pendidikan SMP dengan nilai sekitar Rp172,44 miliar serta 64 satuan pendidikan SMA/sederajat dengan nilai sekitar Rp88,89 miliar.
Vasko menilai perhatian yang lebih besar terhadap PAUD dan SD penting untuk memperkuat fondasi pendidikan sejak dini.
“Fondasi pendidikan itu harus dikuatkan sejak awal. Karena itu, ketika PAUD dan SD mendapat porsi perhatian yang lebih besar, kita melihatnya sebagai bagian dari upaya memperkuat fondasi pendidikan anak-anak kita,” ujarnya.
Revitalisasi Tak Selalu Bangun Gedung Baru
Menurut Vasko, program revitalisasi satuan pendidikan tidak selalu berupa pembangunan gedung baru. Bantuan dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan perbaikan sesuai kondisi masing-masing sekolah.
Perbaikan tersebut antara lain mencakup ruang kelas, atap dan plafon, lantai, sanitasi dan toilet, pengecatan hingga penataan lingkungan sekolah.
“Kadang kebutuhan sekolah sederhana, seperti atap yang sudah harus diperbaiki, toilet yang perlu dibenahi atau ruang kelas yang perlu dibuat lebih nyaman. Hal-hal seperti ini sangat penting karena setiap hari digunakan oleh anak-anak dan guru,” katanya.
Vasko menegaskan, Pemprov Sumbar akan terus mengawal dan mendukung pelaksanaan program tersebut agar bantuan pemerintah pusat memberikan manfaat optimal bagi satuan pendidikan penerima.
Menurutnya, sinergi pemerintah pusat dan pemerintah daerah diperlukan agar pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan dapat dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan di lapangan.
“Kalau sekolahnya nyaman, anak-anak lebih semangat belajar dan guru juga lebih nyaman mengajar. Jadi revitalisasi ini bukan hanya soal memperbaiki bangunan, tetapi bagian dari investasi kita untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan menyiapkan generasi Sumatera Barat ke depan,” tuturnya.
Ia berharap perluasan bantuan revitalisasi tersebut memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Sumbar.
Pemerintah, kata dia, perlu memastikan setiap dukungan yang diberikan bermuara pada terciptanya lingkungan belajar yang lebih baik bagi peserta didik.
“Prinsipnya, pemerintah selalu hadir. Yang bisa dikerjakan sekarang, kita kerjakan. Yang masih membutuhkan penguatan kita lanjutkan secara bertahap. Kita tentu ingin semakin banyak sekolah yang layak dan semakin banyak anak Sumatera Barat yang mendapatkan lingkungan belajar yang baik,” pungkasnya.(*)