PADEK.JAWAPOS.COM — Kementerian Agama (Kemenag) RI mendorong hasil penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) memasuki tahap hilirisasi agar manfaatnya dapat diperluas dan memberikan dampak lebih nyata bagi masyarakat.
Dorongan tersebut disampaikan dalam Sosialisasi Pendataan dan Hilirisasi Hasil Riset Penelitian/PKM yang digelar secara daring melalui Zoom, yang juga diikuti UIN Imam Bonjol Padang, Selasa (11/8/2026).
Presiden Forum LP2M se-Indonesia, Prof. Dr. Wakidul Kohar, M.Ag, menyambut program hilirisasi yang digagas Kemenag RI tersebut. Ia mengajak seluruh LP2M di lingkungan PTKIN mendukung program Kemenag, terutama yang berkaitan dengan penguatan hasil riset dan pengabdian kepada masyarakat.
Menurut Wakidul, program hilirisasi menjadi momentum untuk menunjukkan berbagai hasil penelitian dan PKM berkualitas yang lahir dari lingkungan PTKIN.
“Ini adalah pembuktian bahwa terdapat khazanah hasil riset dan PKM yang berkualitas dan berdampak dari PTKIN untuk masyarakat Indonesia,” ujar Wakidul.
Ia menilai pendataan dan seleksi hasil penelitian serta PKM menjadi langkah strategis untuk mempertemukan karya akademik dengan kebutuhan pengembangan dan kemitraan.
Melalui proses tersebut, hasil penelitian yang selama ini menjadi luaran akademik diharapkan dapat dikembangkan menuju bentuk yang lebih aplikatif.
PTKIN Diminta Data Riset Berpotensi Hilirisasi
Dalam program tersebut, satuan kerja (satker) diminta melakukan pendataan terhadap hasil penelitian dan PKM internal kampus yang memiliki potensi untuk dihilirisasi dan dikembangkan melalui kemitraan.
Tim Kasubdit akan menyampaikan surat kepada masing-masing LPPM PTKIN sebagai dasar pendataan dan pengusulan hasil riset yang berpotensi ditindaklanjuti melalui program hilirisasi.
Hasil penelitian dan PKM yang dapat diusulkan mencakup karya yang memperoleh pendanaan melalui BOPTN, BLU, Mora The Air Funds, maupun dana mandiri mulai 2024.
Selanjutnya, LPPM melakukan verifikasi dan seleksi internal terhadap seluruh usulan. Setiap perguruan tinggi dapat menetapkan maksimal tiga usulan penelitian atau PKM terbaik untuk diajukan.
Pengisian usulan dijadwalkan paling lambat Jumat, 21 Agustus 2026 melalui tautan yang disampaikan dalam surat undangan.
Masuk Tahap Verifikasi Lapangan
Setelah seleksi internal, Tim DIKTIS akan melakukan verifikasi lapangan terhadap usulan penelitian dan PKM yang dipilih masing-masing satker.
Hasil verifikasi tersebut akan menjadi dasar penetapan usulan yang dipersiapkan untuk agenda Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) November 2026.
AICIS 2026 juga akan menjadi ruang pengembangan hilirisasi hasil riset. Dalam agenda tersebut akan disiapkan kelas hilirisasi bagi peneliti dan pelaksana PKM.
Kelas tersebut diarahkan menjadi ruang untuk memperluas eksposur sekaligus mendiseminasikan hasil riset yang memiliki dampak.
Penilaian potensi hilirisasi akan mengacu pada Tingkat Kesiapterapan Teknologi (TKT) dengan mempertimbangkan karakteristik bidang sains dan teknologi, sosial humaniora, serta keagamaan. Draf indikator TKT untuk kebutuhan program tersebut akan disampaikan lebih lanjut oleh tim terkait.
Mekanisme program dimulai dengan identifikasi hasil penelitian dan PKM selama tiga tahun terakhir yang memiliki potensi hilirisasi.
LPPM kemudian mengajukan usulan sesuai mekanisme yang ditetapkan, melakukan verifikasi, standardisasi, dan pemeringkatan, sebelum menetapkan maksimal tiga usulan terbaik untuk diajukan.
Usulan yang telah ditetapkan selanjutnya mengikuti proses verifikasi lapangan oleh Tim DIKTIS.
Wakidul berharap seluruh LP2M/LPPM PTKIN mengambil bagian aktif dalam proses tersebut. Menurutnya, hilirisasi dapat menjadi jembatan antara tradisi akademik dengan kebutuhan nyata masyarakat.
Program ini sekaligus membuka ruang bagi PTKIN untuk menunjukkan bahwa penelitian dan PKM yang lahir dari kampus keagamaan memiliki potensi untuk dikembangkan melalui kemitraan, diperluas jangkauannya, serta memberikan dampak sosial yang lebih nyata.
“Semua LP2M di lingkungan PTKIN perlu mendukung program-program Kementerian Agama,” tegas Wakidul, yang akrab disapa Wako.(*)
Editor : Heri Sugiarto