39,1 Persen Guru Sumbar Diproyeksi Pensiun 4–5 Tahun Lagi, Regenerasi Jadi Tantangan Pendidikan

Hendra Efison • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 07:23 WIB
39,1 persen guru Sumbar diproyeksi pensiun 4–5 tahun lagi. Regenerasi tenaga pendidik menjadi tantangan pendidikan Sumbar.
39,1 persen guru Sumbar diproyeksi pensiun 4–5 tahun lagi. Regenerasi tenaga pendidik menjadi tantangan pendidikan Sumbar.

PADEK.JAWAPOS.COM— Sebanyak 39,1 persen guru di Sumatera Barat (Sumbar) diproyeksikan memasuki masa pensiun dalam empat hingga lima tahun ke depan. Kondisi tersebut menjadi tantangan regenerasi tenaga pendidik di tengah tuntutan peningkatan kualitas pendidikan Sumbar.

Data tersebut disampaikan Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah saat membuka Sumbar Teacher Summit 2026–Seminar dan Workshop Pendidikan “Energy of Teacher”, Kamis (13/8/2026).

Mahyeldi menegaskan guru merupakan energi utama penggerak pendidikan. Perannya tidak hanya menyampaikan pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, menanamkan nilai kebangsaan, menumbuhkan kepercayaan diri, serta menyiapkan generasi yang mampu menghadapi perubahan zaman.

39,1 Persen Guru Menuju Pensiun

Mahyeldi menyebut data Dinas Pendidikan Provinsi Sumbar per Mei 2025 mencatat sebanyak 20.558 guru telah tersertifikasi. Sekitar 96,6 persen guru juga telah berkualifikasi S1/D4.

Sementara itu, jumlah guru ASN tercatat sekitar 18.386 orang dan guru honorer sekitar 2.540 orang.

Di sisi lain, sekitar 39,1 persen guru diproyeksikan memasuki masa pensiun dalam empat hingga lima tahun ke depan. Menurut Mahyeldi, kondisi tersebut membutuhkan perhatian serius terhadap regenerasi guru sekaligus keberlanjutan peningkatan kompetensi tenaga pendidik.

"Energy of Teacher mengingatkan kita bahwa guru adalah energi penggerak pendidikan. Guru bukan sekadar menyampaikan ilmu, tetapi membentuk karakter, menanamkan nilai kebangsaan, menumbuhkan kepercayaan diri, dan menyiapkan generasi yang berilmu serta berdaya saing," ujar Mahyeldi.

Ia menilai Sumbar memiliki modal yang kuat untuk menghadapi tantangan tersebut. Namun, keberlanjutan kualitas pendidikan tetap membutuhkan tenaga pendidik yang mampu terus berkembang dan beradaptasi.

Literasi dan Numerasi SMA-SMK Masih Menurun

Tantangan pendidikan Sumbar juga terlihat dari capaian Rapor Pendidikan 2025. Pada jenjang SMA, SMK dan SLB terdapat sekitar 158.414 murid dan 106.926 tenaga pengajar, dengan Indeks Standar Pelayanan Minimal (SPM) sebesar 71,18 atau berada pada kategori Tuntas Pratama.

Mahyeldi menyebut capaian tersebut menunjukkan adanya kemajuan sekaligus sejumlah tantangan yang masih perlu dijawab bersama.

Pada aspek literasi dan numerasi, SMA dan SMK masih menghadapi tren penurunan. Sementara itu, aspek karakter menunjukkan perkembangan menuju kategori baik.

Pada pendidikan khusus, literasi, numerasi dan karakter justru menunjukkan tren peningkatan menuju kategori baik. Kualitas pembelajaran dan iklim keamanan sekolah juga memperlihatkan tren positif.

Namun, penurunan iklim kebinekaan pada SMA, SMK dan SMALB menjadi perhatian pemerintah daerah.

"Sekolah harus menjadi ruang yang aman, inklusif, menghargai perbedaan, dan menumbuhkan persatuan," katanya.

Sumbar Punya 1.548 Guru Penggerak

Di tengah tantangan regenerasi, Sumbar memiliki potensi tenaga pendidik yang dapat dikembangkan. Saat ini terdapat 1.548 Guru Penggerak.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.078 guru memenuhi syarat menjadi kepala sekolah. Sebanyak 174 Guru Penggerak telah dipercaya menduduki posisi kepala sekolah.

Mahyeldi juga menyebut ruang apresiasi terhadap tenaga pendidik terus berkembang. Jumlah GTK yang menerima penghargaan meningkat dari 43 orang pada 2023 menjadi 139 orang pada 2024.

Sementara pada 2025, sebanyak 390 GTK berpartisipasi dalam Apresiasi GTK Sumbar.

Menurut Mahyeldi, berbagai wadah seperti Komunitas Belajar, MGMP, MKKS, Rumah Pendidikan dan ruang kolaborasi lainnya harus terus dioptimalkan.

"Semangat dari Teacher Summit ini jangan berhenti di forum, tetapi dibawa kembali ke sekolah dan diwujudkan dalam aksi nyata di ruang kelas," tegasnya.

Guru Dituntut Adaptif Hadapi AI

Mahyeldi juga mengingatkan perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) serta perubahan dunia kerja menuntut guru untuk terus belajar dan beradaptasi.

Menurutnya, teknologi dapat membantu menyediakan informasi dan memperluas akses pengetahuan. Namun, peran guru dalam membangun cara berpikir, karakter, nilai dan keteladanan tetap tidak tergantikan.

"Kita ingin generasi Sumatera Barat mampu bersaing secara global tanpa kehilangan jati diri. Semangat ini sejalan dengan nilai Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, sehingga kemajuan ilmu dan teknologi tetap berjalan bersama akhlak, karakter, dan budaya," ujarnya.

Mahyeldi berharap Sumbar Teacher Summit 2026 menjadi momentum memperkuat ekosistem pendidikan melalui semangat belajar, berbagi, berinovasi dan berkolaborasi.

Sumbar Teacher Summit 2026 berlangsung pada 13–14 Agustus 2026 dengan menghadirkan narasumber Prof. Dr. Ir. Eko Indrajit, M.Sc., M.B.A., M.Phil., M.A. Bersamaan dengan kegiatan tersebut juga dilaksanakan Seminar dan Workshop Pendidikan “Energy of Teacher”.

Pada kesempatan tersebut, Mahyeldi juga menerima Piagam Penghargaan dari Indonesia Inspiring Teacher sebagai Tokoh Inspiratif Pendidikan atas pengabdian dan dedikasinya dalam dunia pendidikan untuk mewujudkan pendidikan berkualitas menuju Indonesia Emas.(*)

Editor : Hendra Efison
guru pensiun Sumbar regenerasi guru Sumbar Teacher Summit 2026 Pendidikan Sumatera Barat Guru Sumbar