PADEK.JAWAPOS.COM - Daun kering, bunga, ranting, dan bagian tumbuhan lainnya yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal kini mulai diolah menjadi produk kreatif bernilai ekonomi. Gagasan tersebut diwujudkan oleh tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Padang (UNP) melalui Program Pengabdian UNP Berdampak (PPUB) RKAT UNP Tahun 2026 dengan judul “Transformasi Limbah Vegetasi Menjadi Produk Eco-Paper Art Berbasis Bio-Pulping untuk Penguatan Ketahanan Ekonomi Perempuan di Nagari Singgalang.”
Kegiatan yang dilaksanakan pada 7 Agustus 2026 di Nagari Singgalang, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, menyasar Ibu-Ibu TP PKK Nagari Singgalang. Kegiatan tersebut menggabungkan pendekatan pelestarian lingkungan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat, terutama bagi perempuan yang memiliki peran penting dalam menopang ketahanan ekonomi keluarga.
Tim pengabdian dipimpin oleh Dr. Moralita Chatri, M.P., dengan anggota Dr. Rahmawati D, S.Pd., M.Pd., Dr. Rijal Satria, S.Si., M.Sc., Ph.D., dan Dr. Eval Edmizal, M.Pd. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Departemen Biologi UNP sebagai pendukung pelaksanaan, dokumentasi, administrasi, dan pendampingan peserta.
Ketua tim pengabdian, Dr. Moralita Chatri, M.P., mengatakan program ini merupakan bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam menghadirkan penerapan ilmu pengetahuan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Potensi bahan alami di Nagari Singgalang cukup besar, tetapi belum seluruhnya dimanfaatkan secara optimal. Melalui kegiatan ini, masyarakat diperkenalkan pada cara mengolah limbah vegetasi menjadi produk yang memiliki nilai estetika sekaligus nilai ekonomi,” ujarnya.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari unsur Departemen Biologi FMIPA UNP, yang diwakili Kepala Laboratorium Biologi Rijal Satria, Ph.D. Ia berharap kegiatan ini menjadi titik awal berkembangnya inovasi berbasis potensi lokal yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya perempuan di Nagari Singgalang.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wali Nagari Singgalang, Seri Mesra, S.Hum. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi program UNP karena menghadirkan inovasi berbasis potensi sumber daya alam lokal. Menurutnya, pengembangan keterampilan seperti ini penting untuk membuka alternatif usaha, terutama setelah masyarakat menghadapi dampak banjir bandang atau galodo pada tahun 2024 dan 2025. Pengolahan limbah vegetasi menjadi produk kreatif dinilai memiliki peluang dengan memanfaatkan potensi yang tersedia di lingkungan sekitar untuk mendukung pemulihan ekonomi sekaligus menjaga kebersihan lingkungan.
Materi utama disampaikan oleh Reki Kardiman, Ph.D., tentang pemanfaatan hasil hutan bukan kayu serta pengolahan limbah vegetasi yang berasal dari lingkungan sekitar. Peserta mendapatkan pemahaman bahwa daun kering, ranting, bunga, buah, serta bagian tumbuhan lainnya dapat dikembangkan menjadi bahan kerajinan apabila diolah dengan tepat.
Salah satu teknologi yang diperkenalkan adalah bio-pulping, yaitu proses pengolahan serat tumbuhan menjadi pulp yang dapat digunakan sebagai bahan dasar pembuatan kertas handmade. Teknologi ini memungkinkan limbah vegetasi diubah menjadi lembaran kertas dengan tekstur dan motif alami. Produk yang dikembangkan dalam kegiatan ini diberi nama “Lembaran Alam Singgalang”. Lembaran tersebut dapat dimanfaatkan untuk membuat kartu ucapan, sampul buku, dekorasi, pembungkus buket, serta berbagai produk kreatif lainnya.
Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan pembuatan Wall Botanical Art dan buket bunga kering, yakni karya dekoratif berbasis tumbuhan kering yang disusun secara artistik. Keindahan bentuk dan warna alami daun maupun bunga menjadikan setiap produk memiliki karakter yang berbeda yang memiliki nilai estetika dan dapat dijadikan hadiah maupun hiasan. Antusiasme peserta terlihat sejak tahap pemilihan bahan, penyusunan komposisi, hingga penyelesaian produk. Peserta aktif bertanya dan mencoba setiap tahapan, karena teknik yang diperkenalkan dinilai relatif mudah diterapkan dengan memanfaatkan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar.
Program ini tidak hanya berfokus pada keterampilan produksi. Peserta juga mendapatkan penguatan mengenai manajemen usaha sederhana, penghitungan biaya produksi, penentuan harga jual, pengemasan, identitas produk, serta pemasaran melalui media digital. Pendekatan tersebut diharapkan membantu masyarakat memahami tahapan pengembangan produk dari proses pembuatan hingga pemasaran.
Ketua TP PKK Nagari Singgalang, Ira Andasari, S.Pd., menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut. “Kegiatan ini sangat baik dan bermanfaat bagi Ibu-Ibu PKK. Ide yang diberikan menarik dan membuka wawasan kami bahwa limbah vegetasi dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut sehingga Ibu-Ibu PKK memiliki keterampilan dan pilihan usaha baru,” ungkapnya.
Melalui program ini, UNP berharap kelompok perempuan di Nagari Singgalang mampu membangun usaha kreatif berbasis potensi lokal secara berkelanjutan. Dengan memanfaatkan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar, masyarakat dapat mengembangkan produk dengan identitas lokal yang lebih kuat.
Program ini juga mendukung upaya pengelolaan lingkungan melalui pemanfaatan limbah organik serta pemberdayaan perempuan melalui pengembangan keterampilan produktif. Tidak hanya menghasilkan karya seni, kegiatan ini membuka jalan bagi terciptanya peluang pendapatan tambahan bagi rumah tangga.
Kolaborasi UNP dan TP PKK Nagari Singgalang menjadi contoh bahwa potensi lokal dapat diolah menjadi kekuatan ekonomi baru karya khas Singgalang. Pengolahan limbah vegetasi menjadi eco-paper art diharapkan tidak hanya mengurangi limbah organik, tetapi juga memperkuat kreativitas, kemandirian, dan ketahanan ekonomi keluarga di Nagari Singgalang yang ramah lingkungan dan membawa manfaat bagi Masyarakat. (*)
Editor : Tandri Eka Putra