PADEK.JAWAPOS.COM — Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Periode ke-52 UIN Imam Bonjol Padang Tahun 2026 di Nagari Bukik Batabuah, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam, resmi berakhir.
Sebanyak 24 mahasiswa KKN skema reguler menjalankan berbagai program selama berada di tengah masyarakat, mulai dari bidang pendidikan, keagamaan, sosial kemasyarakatan, lingkungan, hingga pengembangan potensi wisata nagari.
Ke-24 mahasiswa tersebut didampingi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr. Najmah Sayuti, S.Ag., M.A., M.Phil., dan melaksanakan pengabdian di bawah koordinasi Pemerintah Nagari Bukik Batabuah yang dipimpin Wali Nagari Firdaus.
Salah satu program yang menjadi perhatian mahasiswa adalah pengembangan Tabek Gadang melalui pembuatan gapura, papan informasi, dan plang informasi.
Program tersebut diarahkan untuk memperkuat keberadaan Tabek Gadang sekaligus mendorong potensinya sebagai salah satu destinasi wisata syariah di Nagari Bukik Batabuah. Fasilitas informasi yang dibuat diharapkan dapat memberikan informasi lebih jelas kepada masyarakat maupun pengunjung mengenai kawasan tersebut.
Selain pengembangan potensi wisata, mahasiswa juga terlibat dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan. Mereka mengikuti kegiatan gotong royong bersama masyarakat serta berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Edukasi di Sekolah dan Kegiatan Keagamaan
Di bidang pendidikan, mahasiswa melaksanakan sosialisasi dan edukasi di SDN 12 dan SDN 010 Batang Silasiah.
Materi yang diberikan mencakup pencegahan bullying, pentingnya menjaga kebersihan diri, perencanaan masa depan, serta motivasi belajar bagi peserta didik.
Mahasiswa juga melakukan kunjungan ke SLB Qurotul Qulub sebagai bagian dari kegiatan pengabdian dan interaksi dengan lingkungan pendidikan di Nagari Bukik Batabuah.
Di bidang keagamaan, kontribusi mahasiswa diwujudkan melalui kegiatan rutin mengajar di MDTA. Selain kegiatan belajar mengajar, mahasiswa mengadakan cerdas cermat bagi siswa dan siswi MDTA serta menyusun panduan mengajar dan panduan belajar untuk mendukung keberlanjutan proses pembelajaran.
Mahasiswa juga turut mengaktifkan surau sebagai tempat ibadah terdekat bagi masyarakat melalui pelaksanaan salat lima waktu dan tadarus selama masa pelaksanaan KKN.
Beragam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa untuk hadir dan berinteraksi langsung dengan masyarakat, baik melalui program yang telah dirancang maupun dengan terlibat dalam aktivitas sehari-hari dan kegiatan kemasyarakatan.
Rektor Dorong Keberlanjutan Kolaborasi
Dalam kesempatan penarikan mahasiswa, Rektor UIN Imam Bonjol Padang Prof. Dr. Martin Kustati, M.Pd., menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Nagari Bukik Batabuah dan seluruh masyarakat yang telah menerima serta mendampingi mahasiswa selama pelaksanaan KKN.
Rektor menegaskan bahwa KKN merupakan salah satu bentuk nyata komitmen UIN Imam Bonjol Padang untuk hadir dan memberikan dampak di tengah masyarakat.
Menurutnya, keberadaan mahasiswa di tengah masyarakat menjadi ruang untuk mengimplementasikan ilmu sekaligus membangun hubungan yang lebih erat antara perguruan tinggi dan masyarakat.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Nagari dan seluruh masyarakat Bukik Batabuah yang telah menerima mahasiswa kami. KKN merupakan salah satu bentuk nyata UIN Imam Bonjol Padang untuk hadir dan memberikan dampak di tengah masyarakat,” ujar Prof. Martin.
Ia menambahkan, hubungan antara UIN Imam Bonjol Padang dan masyarakat Nagari Bukik Batabuah diharapkan tidak berhenti setelah masa KKN berakhir.
Sinergi tersebut dapat dilanjutkan melalui berbagai program perguruan tinggi, termasuk penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan dosen.
“Sinergitas perguruan tinggi dengan masyarakat nagari harus terus kita lanjutkan. Tidak hanya melalui KKN mahasiswa, tetapi juga melalui program penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh dosen,” lanjutnya.
Menurut Rektor, keberlanjutan kolaborasi tersebut penting agar kontribusi perguruan tinggi dapat memberikan manfaat yang lebih luas dan berkesinambungan bagi masyarakat.
Nagari Berharap Pendampingan Wisata Halal Berlanjut
Apresiasi terhadap pelaksanaan KKN juga disampaikan Yuserman, Sekretaris Nagari Bukik Batabuah.
Ia mengucapkan terima kasih kepada UIN Imam Bonjol Padang yang telah mempercayakan Nagari Bukik Batabuah sebagai salah satu lokasi pelaksanaan KKN.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada UIN Imam Bonjol Padang yang telah mempercayakan Nagari Bukik Batabuah sebagai salah satu lokasi pelaksanaan KKN. Selama berada di nagari, mahasiswa telah banyak membantu dan berkontribusi dalam berbagai kegiatan, baik di bidang pendidikan, keagamaan, sosial kemasyarakatan, maupun dalam kegiatan yang mendukung potensi nagari,” ujar Yuserman.
Menurutnya, kehadiran mahasiswa KKN memberikan warna dan semangat baru bagi masyarakat. Berbagai kegiatan yang dilakukan mahasiswa juga dinilai memberikan manfaat bagi lingkungan nagari.
“Kehadiran mahasiswa juga memberikan warna dan semangat baru bagi masyarakat. Kami berharap apa yang telah dilakukan mahasiswa selama KKN dapat memberikan manfaat dan meninggalkan sesuatu yang baik bagi nagari,” lanjutnya.
Yuserman juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama mahasiswa berada di Nagari Bukik Batabuah terdapat kekurangan atau hal-hal yang kurang berkenan dari masyarakat.
“Kami juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama mahasiswa berada di Nagari Bukik Batabuah terdapat kekurangan atau hal-hal yang kurang berkenan dari masyarakat. Semoga apa yang telah dilakukan mahasiswa selama KKN dapat memberikan manfaat dan meninggalkan sesuatu yang baik bagi nagari,” ungkapnya.
Pihak nagari berharap kerja sama dengan UIN Imam Bonjol Padang tidak berhenti setelah berakhirnya masa KKN. Nagari Bukik Batabuah juga berharap adanya program pengabdian dosen yang dapat membantu pengembangan potensi nagari, khususnya dalam bidang wisata halal.
“Ke depan, kami sangat berharap UIN Imam Bonjol Padang dapat terus memberikan pendampingan dan pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam pengembangan potensi wisata halal di Bukik Batabuah,” kata Yuserman.
Ia juga berharap Nagari Bukik Batabuah kembali menjadi salah satu lokasi pelaksanaan KKN UIN Imam Bonjol Padang pada tahun-tahun berikutnya.
“Kami juga berharap Nagari Bukik Batabuah kembali menjadi lokasi KKN UIN Imam Bonjol Padang pada tahun-tahun berikutnya. Mudah-mudahan kerja sama yang sudah terjalin ini dapat terus dilanjutkan dan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak,” tuturnya.
Berakhirnya KKN di Nagari Bukik Batabuah menjadi penanda selesainya masa pengabdian 24 mahasiswa sekaligus momentum untuk memperkuat hubungan antara UIN Imam Bonjol Padang dan masyarakat.
Berbagai program yang telah dilaksanakan, mulai dari pengembangan Tabek Gadang, edukasi di sekolah, kegiatan MDTA, pengaktifan surau, hingga keterlibatan dalam kegiatan sosial masyarakat, menjadi bentuk kontribusi mahasiswa selama berada di nagari.
Ke depan, sinergi tersebut diharapkan dapat berkembang melalui program penelitian dan pengabdian kepada masyarakat oleh dosen, termasuk pendampingan dalam pengembangan potensi wisata halal Nagari Bukik Batabuah. (*)
Editor : Heri Sugiarto