19 Kabupaten dan Kota Bahas Strategi Penguatan Mutu Madrasah di Sumbar

Hendra Efison • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 13:50 WIB
Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman (empat kiri), membuka Rakor KKMTs Sumbar di MTsN 2 Kota Payakumbuh, Rabu (9/9/2026).
Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman (empat kiri), membuka Rakor KKMTs Sumbar di MTsN 2 Kota Payakumbuh, Rabu (9/9/2026).

PADEK.JAWAPOS.COM— Kepala madrasah dari 19 kabupaten dan kota di Sumatera Barat membahas langkah penguatan mutu pendidikan madrasah dalam Rapat Koordinasi Kelompok Kerja Kepala Madrasah Tsanawiyah (KKMTs) Provinsi Sumatera Barat di MTsN 2 Kota Payakumbuh, Rabu (9/9/2026).

Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman saat membuka rakor menyampaikan pesan Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta agar madrasah terus menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi dan arus informasi yang semakin cepat.

Menurutnya, perkembangan era digital menghadirkan tantangan yang semakin kompleks bagi peserta didik. Madrasah perlu mengembangkan pembelajaran yang adaptif terhadap teknologi sekaligus memperkuat pendidikan karakter, moral, dan spiritual.

“Di era digital yang dinamis saat ini, tantangan yang dihadapi para peserta didik semakin kompleks. Oleh karena itu, madrasah memegang peranan krusial sebagai benteng pertahanan moral dan spiritual peserta didik dalam menghalau berbagai potensi dampak negatif dari pergaulan modern maupun arus informasi yang tidak tersaring,” ungkapnya.

Kepala Madrasah Diminta Dorong Inovasi Pembelajaran

Elzadaswarman menilai kepala madrasah memiliki tanggung jawab yang lebih luas daripada menjalankan administrasi dan manajemen kelembagaan.

Kepala madrasah, kata dia, perlu mengarahkan inovasi pembelajaran sekaligus memastikan proses pendidikan tetap berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik.

Karena itu, madrasah perlu memasukkan perkembangan teknologi ke dalam kurikulum dan proses pembelajaran. Pada saat yang sama, madrasah harus memperkuat keimanan, ketakwaan, dan akhlakul karimah.

“Di samping itu, peningkatan kapasitas kompetensi guru dan kualitas tata kelola kelembagaan secara berkelanjutan juga harus menjadi fokus utama demi melahirkan lulusan madrasah yang berdaya saing tinggi,” pintanya.

19 Kabupaten dan Kota Perkuat Koordinasi

Elzadaswarman mengatakan peningkatan mutu pendidikan madrasah membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah daerah, Kementerian Agama, pengelola madrasah, guru, dan unsur terkait perlu menyatukan langkah dalam menjalankan kebijakan dan program pendidikan.

Menurutnya, Rakor KKMTs dapat menjadi ruang untuk memperkuat koordinasi, menyamakan persepsi, dan merumuskan langkah strategis yang dapat diterapkan madrasah di daerah masing-masing.

“Melalui forum koordinasi ini, kita berharap seluruh pihak dapat terus memperkuat kolaborasi, menyatukan gagasan, dan melahirkan program-program nyata yang dapat diimplementasikan di masing-masing daerah demi kemajuan pendidikan madrasah di Sumatera Barat,” ujarnya.

Kepala MTsN 2 Kota Payakumbuh Yarisman mengatakan pihaknya mengapresiasi kepercayaan sebagai tuan rumah rakor tingkat provinsi tersebut.

Ia menyebut kehadiran pengurus dan anggota KKMTs dari 19 kabupaten dan kota di Sumatera Barat membuka ruang untuk memperkuat silaturahmi sekaligus menyamakan persepsi dalam meningkatkan mutu pendidikan madrasah.

Yarisman menegaskan MTsN 2 Kota Payakumbuh siap mendukung rakor agar menghasilkan keputusan strategis yang berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan, khususnya jenjang madrasah tsanawiyah.

Rakor kemudian berlanjut dengan pembahasan dan diskusi teknis yang melibatkan para kepala madrasah serta pejabat terkait dari kabupaten dan kota se-Sumatera Barat.(*)

Editor : Hendra Efison
19 kabupaten dan kota mutu madrasah madrasah Sumbar KKMTs Sumatera Barat pendidikan madrasah