AICONIC UIN Imam Bonjol Padang Bahas Krisis Lingkungan dari Kajian Islam, Ekologi, dan Budaya

Heri Sugiarto • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 15:50 WIB
Pembukaan Annual International Conference on Islam and Culture (AICONIC) FUSA UIN Imam Bonjol Padang di Hotel Imam Bonjol, Senin (14/9/2026). (Foto: Humas)
Pembukaan Annual International Conference on Islam and Culture (AICONIC) FUSA UIN Imam Bonjol Padang di Hotel Imam Bonjol, Senin (14/9/2026). (Foto: Humas)

PADEK.JAWAPOS.COM – Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama (FUSA) Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang menggelar Annual International Conference on Islam and Culture (AICONIC) dengan tema “Islam, Ecology, and Culture: Responses to Global Environmental Crisis”.

Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, 14–15 September 2026, di Hotel Imam Bonjol.

Pembukaan AICONIC diikuti lebih dari 250 peserta yang hadir secara luring maupun daring melalui Zoom dan live streaming YouTube. Acara dibuka langsung oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN Imam Bonjol Padang, Prof. Nurus Shalihin, M.Si., Ph.D.

Nurus Shalihin menekankan pentingnya keseimbangan antara manusia, lingkungan, dan Tuhan melalui penguatan nilai Islam, ekologi, dan budaya.

Gagasan tersebut, menurutnya, berangkat dari tema yang diangkat dalam AICONIC. Ia mengibaratkannya dengan filosofi Minangkabau, “tigo tali sapilin, tungku tigo sajarangan.”

Menurut Nurus Shalihin, Islam menjadi landasan etik, ekologi menjadi pendekatan dalam memahami lingkungan, sedangkan budaya menjadi tempat nilai-nilai hidup yang dipraktikkan dalam kehidupan masyarakat.

AICONIC Pertemukan Akademisi dari Sejumlah Negara

Prof. Dr. Arskal Salim, perwakilan dari Menteri Agama, menilai kampus-kampus di Sumatera Barat dan perguruan tinggi Islam di Indonesia memiliki potensi besar menjadi titik perjumpaan berbagai perspektif dalam merespons tantangan global.

Menurut Arskal, hal tersebut terlihat melalui AICONIC yang mempertemukan akademisi dan peserta dari Indonesia, Eropa, Malaysia, hingga Filipina.

Pertemuan tersebut membahas keterkaitan Islam, ekologi, dan budaya dalam menghadapi krisis lingkungan global.

FUSA Dorong Edukasi Lingkungan melalui Pendekatan Budaya

Dekan FUSA menilai AICONIC menjadi ruang penting untuk mempertemukan kajian Islam, ekologi, dan budaya dalam merespons krisis lingkungan.

Konferensi internasional tersebut diharapkan dapat memperkuat edukasi mengenai lingkungan melalui pendekatan budaya, sekaligus membuka ruang pertukaran pengetahuan dari berbagai akademisi dan perguruan tinggi, baik di Indonesia maupun mancanegara.

Melalui AICONIC, FUSA UIN Imam Bonjol Padang berharap pertemuan antara perspektif Islam, pengetahuan lokal, dan kajian lingkungan tidak berhenti pada ruang akademik.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat mendorong lahirnya kolaborasi dan langkah nyata dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan.

Selain itu, AICONIC diharapkan memperkuat peran perguruan tinggi Islam dalam merespons krisis lingkungan global.(*)

Editor : Heri Sugiarto
FUSA AICONIC Islam dan Ekologi Krisis Lingkungan UIN Imam Bonjol Padang