PADEK.JAWAPOS.COM—Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Padang (UNP) melaksanakan Program Integrasi Prodi dan Nagari (PIPN) melalui pelatihan Eco-Theo Rescue berbasis nilai Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) di Nagari Tiku Limo Jorong, Kabupaten Agam, Kamis (13/8/2026).
Kegiatan tersebut mengangkat tema “Pelatihan Eco-Theo Rescue Berbasis Nilai ABS-SBK untuk Meningkatkan Literasi Lingkungan dan Kesiapsiagaan Bencana di Nagari Tiku Limo Jorong, Kabupaten Agam”.
Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan sekaligus membangun kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana.
Baca Juga: Semen Padang Dorong Kolaborasi Pengembangan Maggot di Padayo
Pendekatan Eco-Theo Rescue dalam kegiatan tersebut dipadukan dengan nilai kearifan lokal Minangkabau ABS-SBK. Dengan pendekatan itu, pelestarian lingkungan dan mitigasi bencana tidak hanya dipahami dari aspek praktis, tetapi juga dikaitkan dengan nilai adat, sosial, budaya, dan keagamaan yang hidup di tengah masyarakat.
Kegiatan dibuka langsung oleh Wali Nagari Tiku Limo Jorong. Peserta yang hadir terdiri atas stakeholder nagari, kepala jorong, pemuka adat, serta perwakilan masyarakat Nagari Tiku Limo Jorong.
Ketua Tim Pengabdian Program Integrasi Prodi dan Nagari, Dr. Amril, M.Pd., sekaligus menjadi pemateri utama. Materi yang diberikan berfokus pada peningkatan literasi lingkungan, pemahaman terhadap risiko bencana, serta penguatan peran masyarakat dalam membangun kesiapsiagaan berbasis kearifan lokal.
Baca Juga: Pengadaan Lahan Tuntas, Fly Over Sitinjau Lauik Ditargetkan Rampung Mei 2028
Dalam pelatihan, masyarakat diajak memahami keterkaitan antara persoalan lingkungan dan kebencanaan dengan perilaku manusia dalam memperlakukan alam.
Nilai-nilai lokal yang terkandung dalam ABS-SBK dapat menjadi landasan untuk membangun sikap bertanggung jawab terhadap lingkungan, meningkatkan kepedulian sosial, serta memperkuat kesiapan masyarakat ketika menghadapi situasi bencana.
Pelatihan juga menekankan bahwa kesiapsiagaan bencana membutuhkan keterlibatan seluruh unsur masyarakat. Tanggung jawab tersebut tidak hanya berada pada pemerintah atau lembaga tertentu, tetapi juga membutuhkan partisipasi masyarakat mulai dari tingkat keluarga, jorong, hingga nagari.
Baca Juga: Marlou Geraedts Lihat Langsung Indarung I, Pabrik yang Terhubung dengan Sejarah Leluhurnya
Kehadiran kepala jorong, pemuka adat, stakeholder, dan perwakilan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun pemahaman serta komitmen bersama.
Melalui pendekatan Eco-Theo Rescue, peserta memperoleh pemahaman mengenai hubungan antara kelestarian lingkungan, nilai keagamaan dan adat, serta kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu model edukasi masyarakat yang kontekstual karena berangkat dari nilai dan karakteristik sosial budaya masyarakat setempat.
Baca Juga: Semen Padang Siapkan Sentra Maggot di Padayo, Bidik Ekonomi Sirkular
Program Integrasi Prodi dan Nagari juga menjadi wujud pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.
Program studi tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membangun kolaborasi dengan pemerintah nagari dan masyarakat dalam menangani berbagai persoalan di tingkat lokal.
Kegiatan pelatihan berlangsung tertib dan lancar. Antusiasme peserta menunjukkan adanya perhatian masyarakat terhadap isu lingkungan dan kesiapsiagaan bencana.
Baca Juga: Satlantas Polres Tanahdatar Luruskan Waktu dan Kronologi Tabrakan Viral di Parak Juar
Melalui kegiatan ini, masyarakat Nagari Tiku Limo Jorong diharapkan semakin memiliki pengetahuan, kesadaran, dan kemampuan untuk menjaga lingkungan serta membangun budaya tangguh bencana yang berakar pada nilai-nilai lokal Minangkabau.
Ke depan, kolaborasi antara Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UNP dengan Nagari Tiku Limo Jorong diharapkan terus berkembang melalui berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat yang relevan dengan kebutuhan nagari dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. (*)
Editor : Adetio Purtama