Remaja Tigo Jangko Didorong Jadi Pengguna AI Produktif, Bukan Sekadar Konsumen

Syamsu Ridwan • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 16:01 WIB
Remaja Nagari Tigo Jangko mengikuti mentoring karakter kepemimpinan dan pemanfaatan AI di SMP Negeri 2 Lintau Buo, Kamis (10/09/2026).
Remaja Nagari Tigo Jangko mengikuti mentoring karakter kepemimpinan dan pemanfaatan AI di SMP Negeri 2 Lintau Buo, Kamis (10/09/2026).

PADEK.JAWAPOS.COM– Remaja di Nagari Tigo Jangko, Kecamatan Lintau Buo, Tanahdatar, didorong tidak sekadar menjadi pengguna kecerdasan buatan (AI). Mereka dibekali karakter, kepemimpinan, etika, dan kemampuan berpikir kritis agar teknologi bisa menghasilkan karya dan memberi manfaat bagi nagari.

Dorongan tersebut disampaikan dalam kegiatan Mentoring Karakter Kepemimpinan bagi Remaja Nagari Tigo Jangko di SMP Negeri 2 Lintau Buo, 10 September 2026.

Kegiatan diikuti sekitar 30 remaja dari Nagari Tigo Jangko dan wilayah Kecamatan Lintau Buo.

Kegiatan tersebut diketuai Dr. Lusi Susanti, M.Pd., bersama tim dosen, mahasiswa, dan mitra Kecamatan Lintau Buo. Camat Lintau Buo, Luthfi, S.Pd., turut mendukung kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, Luthfi menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam menjaga nilai-nilai positif sekaligus berkontribusi dalam pembangunan nagari.

Para remaja juga didorong mengembangkan potensi diri, membangun karakter positif, dan berani mengambil peran dalam berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Salah satu materi mengangkat tema “Pemuda Nagari di Era Artificial Intelligence: Mengembangkan Potensi Diri, Berkarya, dan Membangun Nagari di Era Digital” yang disampaikan Dr. Supriadi, S.Ag., M.Pd.

Supriadi mengajak remaja memahami perkembangan AI sebagai tantangan sekaligus peluang.

Teknologi tersebut dapat dimanfaatkan untuk belajar, mengembangkan kreativitas, menghasilkan karya, membangun jejaring, dan meningkatkan potensi diri.

Namun, kemampuan menggunakan teknologi perlu diiringi karakter yang kuat. Remaja juga perlu memiliki tanggung jawab, etika, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis.

Dengan bekal tersebut, remaja diharapkan tidak hanya menjadi konsumen teknologi. Mereka didorong menjadi pengguna yang produktif dan bertanggung jawab.

Materi lainnya bertajuk “Pemuda Nagari sebagai Generasi Pelanjut: Membangun Karakter, Kepemimpinan, dan Kepedulian untuk Kemajuan Nagari” disampaikan Novi Efendi, S.Pd., M.Kom.

Novi menekankan pentingnya membangun karakter dan kemampuan kepemimpinan sejak usia remaja. Menurutnya, kepemimpinan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memimpin orang lain, tetapi juga kemampuan memimpin diri sendiri.

“Para remaja didorong terlibat dalam berbagai kegiatan sosial, kepemudaan, keagamaan, lingkungan maupun kegiatan pembangunan masyarakat. Dengan begitu, mereka tidak hanya memahami konsep kepemimpinan, tetapi juga dapat mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Melalui mentoring tersebut, generasi muda diharapkan memiliki ruang untuk berkembang dan mulai mengambil peran positif di tengah masyarakat.

Karakter kuat, jiwa kepemimpinan, kepedulian sosial, serta kemampuan memanfaatkan teknologi secara bijak diharapkan menjadi bekal remaja Tigo Jangko untuk ikut membangun nagari. (*)

Editor : Hendra Efison
remaja Tigo Jangko AI remaja kepemimpinan remaja Lintau Buo tanahdatar