PADEK.JAWAPOS.COM – Rektor Universitas Negeri Padang (UNP) Ir. Krismadinata, Ph.D menegaskan komitmen perguruan tinggi dalam mendukung mitigasi bencana dan rehabilitasi pascabencana saat membuka Wisuda ke-145 Periode September 2026, Senin (28/9/2026).
Menurut Rektor, perguruan tinggi memiliki peran penting tidak hanya dalam mencetak lulusan, tetapi juga berkontribusi membantu masyarakat menghadapi dampak bencana, termasuk mencegah munculnya persoalan sosial seperti kemiskinan, konflik, pengangguran, gangguan kejiwaan, hingga kriminalitas pascabencana.
UNP menggelar Wisuda ke-145 Periode September selama tiga hari, 28–30 September 2026, dengan mengukuhkan 2.629 lulusan.
Jumlah tersebut terdiri atas 945 lulusan pada hari pertama, 863 lulusan pada hari kedua, dan 821 lulusan pada hari ketiga dari Sekolah Pascasarjana, Sekolah Vokasi, serta berbagai fakultas di lingkungan UNP.
UNP Perkuat Peran dalam Mitigasi Bencana
Krismadinata mengatakan sebagai salah satu perguruan tinggi negeri besar di Sumatera, UNP telah menjalankan berbagai program yang memberikan dampak bagi masyarakat di daerah terdampak bencana.
"Sebagai salah PTN besar di Sumatera, UNP telah melakukan berbagai upaya dan memberi dampak terhadap masyarakat di daerah terdampak bencana dengan berbagai program. Mulai dari melakukan pemetaan pada daerah yang rawan bencana, berbagai riset dan pengabdian masyarakat khususnya pada wilayah yang berisiko dalam bentuk pendidikan mitigasi bencana," paparnya.
Ia menjelaskan komitmen tersebut dilandasi oleh kondisi Indonesia, khususnya Sumatera Barat, yang berada di kawasan rawan bencana.
Dalam sambutannya, Krismadinata mengungkapkan catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan sepanjang 2025 terjadi sekitar 3.116–3.176 bencana alam di Indonesia, termasuk di Sumatera Barat.
"Sebagian besar bencana yang terjadi didominasi oleh bencana hidrometeorologi (mencapai sekitar 99%), sementara sisanya adalah bencana geologi," jelasnya.
UNP Charity dan Respons Kebencanaan
Rektor mengungkapkan bahwa UNP telah membentuk UPT Halal dan Pengelolaan Dana Sosial dalam Organisasi dan Tata Kerja (OTK) di bawah Rektor sebagai wujud UNP Charity.
Menurutnya, keterlibatan UNP dalam penanganan bencana telah dilakukan sejak erupsi Gunung Marapi pada 2024.
"Peran yang dimainkan oleh UNP telah ada sejak bencana erupsi Marapi tahun 2024 yang lalu bersama Majelis Rektor Perguruan Tinggi Indonesia (MRPTNI) telah membantu pembangunan sebuah SD di Kabupaten Tanah Datar yang rusak akibat bencana," katanya.
Selain itu, UNP menjalankan program UNP Peduli Bencana dengan menghimpun bantuan dari mitra perbankan dan perguruan tinggi negeri di seluruh Indonesia untuk disalurkan kepada masyarakat terdampak banjir dan galodo di berbagai kabupaten di Sumatera Barat.
Program tersebut diwujudkan melalui pendirian posko serta pengerahan relawan yang melibatkan dosen dan mahasiswa.
Krismadinata mengatakan relawan UNP juga terlibat dalam penanganan banjir dan longsor yang melanda Arosuka, Kabupaten Solok, beberapa hari lalu.
"Termasuk bencana banjir dan longsor yang melanda Arosuka pusat pemerintah Kabupaten Solok beberapa hari yang lalu, relawan UNP dengan gerak cepat hadir bersama masyarakat untuk bahu membahu membantu masyarakat yang terkena musibah tersebut," ujarnya.
Hari Pertama Wisuda
Pada hari pertama Wisuda ke-145, UNP mengukuhkan 945 lulusan, terdiri atas 382 lulusan Sekolah Pascasarjana jenjang doktor dan magister, 249 lulusan Fakultas Ilmu Pengetahuan Alam dan Matematika (FMIPA), 151 lulusan Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK), serta 163 lulusan Sekolah Vokasi.
Dalam kesempatan tersebut, Koordinator Bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat, Alexander Rudy, S.H., M.H., turut menyampaikan orasi ilmiah di hadapan para wisudawan dan wisudawati.
Kegiatan ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDGs 1 (No Poverty), SDGs 2 (Zero Hunger), SDGs 3 (Good Health and Well-being), SDGs 4 (Quality Education), SDGs 13 (Climate Action), dan SDGs 17 (Partnerships for the Goals).(*)
Editor : Heri Sugiarto