Guru PAI di Agam Dituntut Adaptif terhadap Perkembangan Teknologi

Yuharnel • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 21:52 WIB
Sekitar 60 guru Pendidikan Agama Islam (PAI) mengikuti pelatihan “Guru PAI Profesional, Teladan Sepanjang Masa” di Aula Disdikbud Agam. (Foto: Yuharnel/ Padek)
Sekitar 60 guru Pendidikan Agama Islam (PAI) mengikuti pelatihan “Guru PAI Profesional, Teladan Sepanjang Masa” di Aula Disdikbud Agam. (Foto: Yuharnel/ Padek)

PADEK.JAWAPOS.COM — Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di Kabupaten Agam dituntut terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Kemampuan memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran dinilai penting agar materi pendidikan agama tetap relevan dan menarik bagi peserta didik di era digital.

Hal itu disampaikan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Agam, Aslim, saat membuka pelatihan guru PAI jenjang SMP se-Kabupaten Agam, Selasa (29/9).

Pelatihan bertema “Guru PAI Profesional, Teladan Sepanjang Masa” tersebut digelar di Aula Disdikbud Agam dan diikuti sekitar 60 guru PAI.

Aslim mengatakan, peningkatan kompetensi guru perlu dilakukan seiring pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Guru harus mampu mengikuti perkembangan teknologi. Saat ini kita berada pada era teknologi yang berkembang sangat cepat dan canggih. Karena itu, kemampuan guru dalam memanfaatkan teknologi menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran,” kata Aslim.

Menurutnya, guru PAI di sekolah umum juga perlu menghadirkan inovasi dalam pembelajaran agama. Upaya tersebut dinilai penting untuk memenuhi kebutuhan peserta didik sekaligus meningkatkan kepercayaan orang tua terhadap pendidikan agama yang diberikan di sekolah.

“Harapan kita, pelatihan ini melahirkan inovasi yang memberikan dampak positif bagi murid, sekolah maupun lingkungan. Guru PAI memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan akhlak mulia,” jelasnya.

Pelatihan tersebut menghadirkan narasumber dari Kementerian Agama Kabupaten Agam, Mursal Asmir.

Sementara itu, Kabid Pembinaan Ketenagaan Disdikbud Agam, Syukria, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kompetensi guru PAI.

Menurut Syukria, peningkatan kompetensi mencakup empat aspek utama, yakni pedagogik, sosial, kepribadian, dan profesionalisme.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin mengembangkan potensi utama yang dimiliki guru, baik dari sisi pedagogik, sosial, kepribadian maupun profesionalisme,” jelasnya.

Syukria menambahkan, guru juga diharapkan mampu memanfaatkan teknologi untuk menciptakan pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan perkembangan zaman.

Meski demikian, penggunaan teknologi tetap harus berjalan seiring dengan penguatan nilai-nilai keagamaan.

Dengan peningkatan kompetensi tersebut, guru PAI diharapkan tidak hanya mampu menyampaikan materi pembelajaran, tetapi juga menjadi teladan dalam membentuk karakter dan akhlak peserta didik.(*)

Editor : Heri Sugiarto
Guru PAI Agam teknologi pendidikan pendidikan agama islam kabupaten agam Disdikbud Agam