PADEK.JAWAPOS.COM – UPT Perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang menggelar workshop Systematic Literature Review (SLR) untuk memperkuat keterampilan penelusuran dan analisis literatur ilmiah dalam mendukung penelitian.
Kegiatan yang berlangsung pada 7–9 Oktober 2026 di Hotel UIN Imam Bonjol Padang itu diikuti 65 peserta dari berbagai unsur sivitas akademika.
Peserta terdiri atas pimpinan, pustakawan, mahasiswa Pascasarjana, dan tenaga kependidikan. Workshop menghadirkan Dr. Faizuddin Harliansyah, S.S., MIM., Research Librarian Perpustakaan Pusat UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, sebagai narasumber.
Ketua Panitia, Zulfitri, M.A., mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memperkuat kemampuan peserta dalam menelusuri dan mengkaji literatur secara sistematis. Kemampuan itu diperlukan untuk mendukung proses penelitian sekaligus memperkuat peran perpustakaan sebagai mitra akademik dan riset.
Kepala UPT Perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang, Fadhila Nurul Husna Zalmi, M.Hum., mengatakan pengelolaan literatur secara sistematis menjadi bagian penting dalam penelitian, terutama bagi mahasiswa Pascasarjana yang sedang menyusun tesis dan disertasi.
“Mahasiswa Pascasarjana tidak hanya dituntut mampu menemukan banyak referensi, tetapi juga mampu menyeleksi, menganalisis, dan menyintesis literatur secara sistematis untuk memperkuat tesis dan disertasi,” ujarnya.
Menurut Fadhila, peserta diharapkan memahami tahapan SLR, mulai dari strategi penelusuran dan seleksi sumber hingga mengidentifikasi celah penelitian atau research gap yang relevan dengan topik masing-masing.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap peserta memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang tahapan Systematic Literature Review dan dapat memanfaatkannya untuk mendukung penyelesaian penelitian,” katanya.
Riset Perlu Ditopang Teori dan Kajian Literatur
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN Imam Bonjol Padang, Prof. Nurus Shalihin, M.Si., Ph.D., menyebut workshop tersebut sebagai salah satu upaya memperkuat fondasi akademik. Menurutnya, penelitian tidak terlepas dari teori dan kajian literatur yang membantu menentukan arah penelitian.
“Ini salah satu jihad akademik. Salah satu fondasi akademik itu adalah ini. Riset itu punya dua kaki, satu teori dan satu lagi adalah literature review,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, kajian literatur membantu peneliti menemukan research gap dan kebaruan atau novelty, sekaligus menjaga agar penelitian tetap berfokus pada persoalan yang hendak dikaji.
Nurus berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada pemahaman konseptual, tetapi memberikan keterampilan praktis yang dapat langsung digunakan peserta dalam proses penelitian.
“Saya berharap ini lebih kepada bimbingan teknis, sehingga peserta memiliki keterampilan dalam menelusuri sumber dan menentukan sumber-sumber yang tepat,” tuturnya.
Pada sesi materi, Dr. Faizuddin membahas primary study dan secondary study sebagai fondasi konseptual dalam systematic review. Ia menjelaskan, primary study merupakan penelitian yang menghasilkan data langsung dari lapangan atau eksperimen. Sementara itu, secondary study menggunakan dan menyintesis hasil penelitian yang telah tersedia.
Melalui workshop ini, UPT Perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang berharap peserta semakin terampil menelusuri, menyeleksi, dan mengelola literatur ilmiah untuk mendukung penelitian, khususnya penyusunan tesis dan disertasi.
UPT Perpustakaan juga berharap kegiatan serupa dapat kembali digelar pada tahun berikutnya agar lebih banyak sivitas akademika memperoleh kesempatan mengikuti pembekalan tersebut. (*)
Editor : Heri Sugiarto