Sekolahini bermurid 510 orang. Dan jumlah tenaga gurunya 30 Orang. SD Negeri 63 Surabayo mempunyai gedung yang megah. Rancak. Saking bagusnya, banyak orang menyangka, kalau itu bukan gedung sebuah SD.
Gedung ini baru ditempati pada awal tahun 2020. Gedung ini merupakan pengganti dari bangunan lama yang dulunya disebut SD bertingkat. Gedung lama itu sekarang dijadikan salah satu bagian dari RSUD Kabupaten Agam.
Selama hampir 2 tahun ini, kata Buk Zil, selain konsen memprogram pendidikan berkualitas, ia juga fokus pada pembenahan lingkungan nan hijau dan asri agar dapat mempertahankan prestasi sekolah Adywiyata Nasional. Kata Buk Zil, visi sekolah ini, beriman, berprestasi, berkarakter, terampil, peduli, berbudaya lingkungan.
Apa-apa saja program Buk Zil?
“Ada lima programprioritas kita. Pertama mewujudkan SDN 63 Surabayo melahirkan generasi yang hafidz dan hafidzah. Kedua, mewujudkan siswa berprestasi di bidang akademik dan nonakademik, lalu program beasiswa berprestasi, program bank sampah dan program Lingkungan Beriman Lestari. Adalah program lingkungan yang melestarikan tanaman-tanaman langka,” ujar Buk Zil pula.
“Walaupun di masa pandemi siswanya lebih banyak belajar daring, namun SD Negeri 63 tetap berkomitmen dalam meningkatkan prestasi siswanya. Dengan selalu meningkatakan kompetensi guru guru yang ada dengan cara mengikuti kegiatan webinar seminar seta bintek-bintek yang diadakan oleh Kementerian Pendidikan, IGI melalui SIMPKB dan lainnya,” ujar Buk Zil.
Kata Buk Zil lagi, guna meningkatkan prestasi siswa dilakukan pembinaan-pembinaan dengan cara terap mengikutkan kegiatan lomba lomba baik secara daring dan luring (tatap muka). “Kita laksanakan kegiatan pembinaan yang dianjurkan oleh Pak Bupati. Seperti mengadakan kegiatan tahfiz dan kegiatan adat istiadat,” ujarnya.
Awal bulan November tahun 2021 lalu, SD Negeri 63 baru menyelesaikan Penilaian Akreditasi dengan perolehan nilai 94 yang memiliki predikat A.
“Sekolah kita menerapkan merdeka belajar. Pada masa pandemikbanyak keluhan pendidik maupun peserta didik . Sehingga, SDN 63 Surabayo berinisiatif menciptakan pembelajaran yang ramah dan menyenangkan terhadap peserta didik dengan penerapan proses pembelajaran yang dilakukan dengan kebebasan mengekspresikan diri. Kita berharap terbentuknya critical thingking,” terang Buk Zil. (Penulis, Defri Firdaus Guru SDN 63 Surabayo) Editor : Novitri Selvia