Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Keinginan Presiden Prabowo agar Belajar Matematika Sejak TK Diamini Akademis dan Politisi di Sumatera Barat

Endang Pribadi • Sabtu, 2 November 2024 | 10:33 WIB

Dr Fitri Arsih.
Dr Fitri Arsih.
PADEK.JAWAPOS.COM—Keinginan Presiden RI Prabowo Subianto agar pembelajaran matematika dimulai ketika anak duduk di bangku taman kanak-kanak (TK) mendapat banyak tanggapan masyarakat. Permintaan Prabowo bertujuan untuk meningkatkan kualitas sains dan teknologi bagi siswa di masa datang.

Pakar pendidikan dari Pendidikan Biologi FMIPA Universitas Negeri Padang (UNP) Dr Fitri Arsih menjelaskan boleh saja mengenalkan matematika sejak dini melalui cara yang sesuai dengan perkembangan pikir mereka.

"Secara tidak langsung, sebenarnya beberapa orang tua telah mulai mengenalkan matematika kepada anaknya pada usia tiga tahun dengan mengajarkan anak mengeja angka satu, dua, tiga. Bahkan saat anak akan berdiri orang tua sering mengiringi dengan ucapan satu dua  tiga. Artinya, pengenalan numerasi telah dimulai," ucapnya, Sabtu (2/11).

Fitri Arsih menambahkan, numerasi pada anak usia dini merupakan fondasi yang kuat untuk meningkatkan kemampuan tersebut pada jenjang berikutnya.

"Misalnya, ketika anak TK di ajak ke pasar oleh orang tuanya dengan membawa sejumlah uang, barang apa saja yang dapat dibelanjakan," paparnya.

Ketua Progam Studi Pendidikan Biologi S2 FMIPA UNP ini menjelaskan juga, pembelajaran numerasi dapat dilakukan pada saat anak bermain, mengamati sekelilingnya, maupun melalui aktivitas harian.

"Pengetahuan anak makin berkembang seiring pertambahan usianya. Anak akan belajar mengenai ukuran (besar dan kecil), ketinggian (tinggi dan rendah), bobot (berat dan ringan), kecepatan (cepat dan pelan), jarak (dekat dan jauh), dan urutan," jabarnya.

Alhasil, dengan memberikan pengenalan matematika dalam bentuk numerasi, akan menumbuh kembangkan kepercayaan diri, kompetensi dan ketertarikan siswa pada pelajaran matematika.

"Siswa TK akan merasakan pengalaman baru yang bermakna dan merasa terhubung dengan pengetahuan serta pengalaman sebelumnya," jabarnya.

Fitri Arsih melihat mata pelajaran matematika menjadi momok menakutkan kepada siswa, yang disebabkan ketidakmampuan guru mengemas mata pelajaran matematika dengan baik ke siswa, khususnya kepada siswa SD.

"Matematika tidak disukai siswa, karena strategi yang digunakan kurang menyenangkan dan terlalu serius. Matematika juga akan menyenangkan Jika dilaksanakan dengan strategi yang tepat dan menggunakan media konkret dan kontekstual. Karena itu, pembelajaran mata pelajaran matematika bagi siswa TK, SD dapat dilakukan dengan kreatif. Seperti, menghadirkan alat peraga, melakukan permainan matematika, teka-teki matematika, dan cerita-cerita matematika yang menarik, menantang, dan menghibur," tutup Fitri Arsih yang juga tim pengelola program Pendidikan Profesi Guru (PPG) UNP.

Hal senanda juga diungkapkan oleh Ketua DPRD Padang, Muharlion. Menurutnya, jika mata pelajaran matematika diajarkan secara formal di sekolah, tentu matematika yang diajarkan akan disesuaikan dengan usia siswa.

"Bagaimanapun pelajaran matematika itu sangat penting. Di rumah saja, balita sudah diajarkan berhitung. Jika mata pelajaran ini diterapkan secara formal di TK, tentu akan disesuaikan dengan kemampuan siswa," tutupnya.

Untuk diketahui bersama, kemampuan matematika pelajar Indonesia tergolong rendah dibanding negara-negara tetangga.

Hal ini terlihat dari laporan Programme for International Student Assessment (PISA) 2022 yang dirilis Organization for Economic Co-operation and Development (OECD). Untuk mengukur kemampuan tersebut, PISA melakukan tes dan survei kepada sampel pelajar berusia 15 tahun dari puluhan negara.

PISA kemudian mengklasifikasikan kemampuan matematika menjadi 8 level, dari level tertinggi 6, 5, 4, 3, 2, 1a, 1b, sampai 1c. Makin tinggi angkanya, kemampuannya diasumsikan semakin baik.

Pada 2022 pelajar Indonesia memperoleh skor kemampuan matematika 366 poin, peringkat ke-6 dari 8 negara ASEAN yang ikut tes PISA. Dengan perolehan skor 366, pada 2022 kemampuan matematika pelajar Indonesia masuk ke level 1a. (edg)

Editor : Hendra Efison
#Dr Fitri Arsih #Presiden Prabowo #FMIPA UNP #boleh saja #pelajaran matematika