Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Revitalisasi Bahasa Minangkabau Dimulai, 18 Daerah di Sumbar Gelar Bimtek Guru Utama

Hendra Efison • Senin, 9 Juni 2025 | 11:00 WIB

Pembukaan Bimtek Guru Utama yang digelar Balai Bahasa Sumbar di Kota Sawahlunto, Rabu (4/6/2025).
Pembukaan Bimtek Guru Utama yang digelar Balai Bahasa Sumbar di Kota Sawahlunto, Rabu (4/6/2025).
PADEK.JAWAPOS.COM–Program Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) kembali digelar di Sumatera Barat. Tahun ini, program difokuskan pada pelestarian bahasa Minangkabau, dengan melibatkan guru utama sebagai ujung tombak.

Kegiatan ini merupakan inisiatif Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa dan Sastra (BBPSB) RI, sesuai amanah Pasal 41 dan 42 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan.

“Guru utama yang dimaksud adalah guru yang dipilih agar bisa melakukan pengimbasan pada peserta didik dan guru di Sumbar,” ujar Kepala Balai dan Kantor Bahasa Sumbar, Rahmat, melalui sambungan telepon, Senin (9/6/2025).

Program ini telah memasuki tahun kedua pelaksanaan di Sumbar. Jika pada 2024 hanya terdapat lima kegiatan, tahun ini jumlahnya meningkat menjadi 18 kegiatan, berlangsung sejak Mei hingga awal Agustus 2025.

Menurut Rahmat, kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Guru Utama bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam mengajar dan melestarikan bahasa Minangkabau.

Guru yang mengikuti bimtek diharapkan mampu mengimbaskan pengetahuan tersebut kepada sesama guru dan siswa di sekolah masing-masing, serta memantau pelaksanaan pembelajaran bahasa Minangkabau di lingkungan mereka.

Pelatihan ini digelar secara merata di 18 kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Barat. Dalam setiap daerah, bimtek diikuti oleh 40 peserta yang terdiri dari guru SD/MI, SMP/MTs, serta staf dinas pendidikan.

Koordinator Tim Kerja Pemodernan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra BBPSB, Fitria Dewi, MHum, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara BBPSB dan dinas pendidikan setempat.

“Bimtek di setiap kabupaten/kota tersebut diikuti oleh 40 orang peserta yang berasal dari guru SD/MI, guru SMP/MTs, dan staf dinas pendidikan,” jelas Fitria saat pelatihan di Sawahlunto, Selasa (4/6/2025).

Bimtek dilakukan dengan pendekatan TOT (Trainer of Trainer) oleh lima pemateri yang berkeliling ke seluruh lokasi. Mereka adalah Yusrizal KW (Manulih Carito), S Metron Masdison (Bacarito), Saparman (Manulih jo Mambaco Pantun), Jawahir (Badendang), dan Irwan Malin Basa (Bapidato).

“Ada sedikit perbedaan dari tahun lalu,” ujar Jawahir usai pelatihan di Sawahlunto (3/6). “Tahun ini, kami lebih dalam dalam melakukan bimbingan. Modul juga diperbaiki agar lebih efisien,” tambah pedendang Minang yang juga lulusan Universitas Andalas tersebut.

Bimtek ini merupakan tahapan awal dari rangkaian program RBD 2025. Kegiatan selanjutnya dijadwalkan berlangsung di Kota Padang Panjang pada 11–13 Juni 2025.

Melalui program ini, pemerintah berharap keberlangsungan bahasa dan sastra Minangkabau tetap terjaga, serta tercipta ruang kreatif bagi generasi muda untuk terus menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari.(*)

Editor : Hendra Efison
#18 Daerah di Sumbar #Revitalisasi Bahasa Minangkabau