Kegiatan bertema “Pemanfaatan Tanaman Jeruk Menjadi Aneka Produk Olahan yang Bernilai Jual” ini diketuai Dr Apt Farida Rahim, MFarm, bersama Prof Dr Suryani, MSi, Dr Gus Andri, SE, MM, serta tiga mahasiswa: Agung Perdana Putra, Ahmad Fauzan, dan Bella Dwi Lestari.
Menurut Dr Farida, daerah Bukit Barisan sebelumnya dikenal sebagai penghasil Jeruk Siam Gunuang Omeh (Jesigo). Namun, anjloknya harga jual membuat banyak kebun jeruk terbengkalai.
Program PKM Upertis yang didanai hibah DPPM Kemendikti Saintek RI 2025 ini bertujuan memberikan solusi agar petani tidak hanya mengandalkan penjualan buah segar.
Prof Suryani menjelaskan, jeruk dapat diolah menjadi selai, permen, jelly, minyak atsiri, dan lilin aroma terapi.
Selai jeruk dibuat dari perasan jeruk, pepaya muda parut, maizena, dan gula, lalu dimasak hingga mengental dan dikemas dalam botol.
Minyak atsiri disuling dari daun dan kulit jeruk, lalu digunakan untuk campuran VCO dan lilin terapi.
Tim PKM juga mendemonstrasikan langsung proses pembuatan produk olahan jeruk serta menyerahkan peralatan dan bahan kepada Kelompok Tani Harapan yang beranggotakan 20 petani.
"Pengabdian ini untuk mendorong kewirausahaan dan meningkatkan ekonomi petani jeruk," ujar Prof Suryani.
Ketua Poktan Harapan, Abrar, menyampaikan apresiasi atas pelatihan yang diberikan. "Mudah-mudahan ini menguatkan semangat kami bertani jeruk," ujarnya.(*)
Editor : Heri Sugiarto