Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Ngaji Literasi Gandeng UNP, Mahasiswa Antusias Ikuti Diskusi dan Pameran Buku

Hendra Efison • Selasa, 16 September 2025 | 18:38 WIB

Pembukaan Ngaji Literasi x Semesta Buku di Auditorium UNP, Selasa (16/9/2025). Acara kolaborasi Gramedia dan UNP ini menghadirkan tokoh-tokoh literasi nasional.
Pembukaan Ngaji Literasi x Semesta Buku di Auditorium UNP, Selasa (16/9/2025). Acara kolaborasi Gramedia dan UNP ini menghadirkan tokoh-tokoh literasi nasional.
PADEK.JAWAPOS.COM—Rangkaian acara Ngaji Literasi X Semesta Buku yang digelar di Auditorium Universitas Negeri Padang (UNP), Selasa (16/9/2025), dipadati ribuan mahasiswa sejak pukul 10.00 WIB. Kegiatan diawali pembacaan ayat suci Al-Quran dan doa bersama.

Acara ini merupakan kolaborasi Gramedia dan UNP dengan semangat membangun ekosistem literasi yang inklusif dan berkelanjutan. Sejumlah tokoh literasi nasional hadir, di antaranya Maman Suherman, Boy Candra, J.S. Khairen, Yonisman, Surya Bunawan, Asrul Huda, serta tokoh pendidikan Islam Fauziah Fauzan El Muhammad.

Panitia pelaksana Wahyu Raharjo menjelaskan, Ngaji Literasi pertama kali digelar pada 2019 di pesantren. “Sejak awal kami berpikir kalau teman-teman muda bisa berelasi langsung dengan para penulis, potensi mereka untuk maju akan lebih cepat. Dari situlah Ngaji Literasi berkembang hingga setiap tahun bisa hadir di 100 sampai 200 pesantren,” katanya.

Menurut Wahyu, kegiatan ini mengusung tagline Santri Maju, Indonesia Maju, namun bisa diperluas. “Tagline itu bisa diganti jadi Mahasiswa Maju, Indonesia Maju. Wartawan Maju, Indonesia Maju. Intinya, siapa pun bisa membawa kemajuan lewat literasi,” ujarnya.

Tahun ini, UNP menjadi kampus pertama penyelenggaraan Ngaji Literasi. Wahyu menilai respons dari kampus, pemerintah daerah, dan mahasiswa sangat tinggi.

“Standarnya langsung tinggi sekali. Jadi untuk acara berikutnya di kampus lain, kami tidak boleh lebih rendah dari apa yang sudah kita lakukan di UNP,” ungkapnya.

Selain diskusi literasi, kegiatan juga terhubung dengan Semesta Buku, program pameran keliling di sekitar 60 titik hingga awal Oktober.

“Melalui Semesta Buku, kami ingin membuka akses seluas mungkin agar masyarakat bisa membaca. Bentuknya pameran, tapi semangatnya adalah memastikan buku hadir di banyak tempat,” kata Wahyu.

Antusiasme mahasiswa terlihat dari tanggapan peserta. Rahel (19) menyebut acara ini tidak hanya menarik tetapi juga berbobot.

“Kita diminta untuk lebih mendalami literasi karena di Indonesia masih rendah. Seperti kata Bapak Maman tadi, 98 persen bangsa Indonesia kurang literasi. Jadi kita diajak untuk lebih sering membaca buku,” ucapnya.

Peserta lainnya, Emilia Nistaljana (18) dan Ulan Dara (18), juga merasakan manfaat kegiatan ini. “Seru dan menarik. Asik, banyak pengalaman yang kita dapat. Semoga sering-seringlah diadakan acara seperti ini,” ujar keduanya.

Wahyu mengungkap, ide awal penyelenggaraan di Padang lahir dari diskusi panjang dengan akademisi UNP. Ia menilai kota Padang memiliki ikatan kuat dengan tradisi literasi.

“Kalau bahasa saya, DNA literasi itu ada di Padang. Banyak pendiri bangsa berasal dari Minangkabau, begitu juga sastrawan besar. Jadi wajar kalau semangat literasi terasa sekali di sini,” jelasnya.

Ke depan, Ngaji Literasi akan diperluas ke kampus-kampus di Indonesia. “Tahun 2025 ini menjadi titik awal. Selanjutnya kami akan perbanyak kolaborator dan memperluas jangkauan, supaya literasi tidak berhenti hanya di satu ruang,” tegas Wahyu.

Menanggapi pernyataan Maman Suherman tentang rendahnya minat baca di Sumbar, Wahyu menilai masalahnya bukan tunggal. “Ada faktor minat, ada kesempatan, ada akses. Jadi kami berusaha mengambil peran di bagian akses, baik ke buku, penulis, maupun aktivitas literasi. Dengan dukungan pemerintah dan kampus, saya yakin ini bisa lebih kuat,” katanya.

Selain diskusi dan pameran, Gramedia juga menghadirkan promo buku mulai Rp5.000 serta diskon hingga 75 persen. Ribuan pengunjung diperkirakan akan hadir sepanjang pelaksanaan hingga 21 September 2025 ini.

Mari ramaikan dan hadiri beragam kegiatannya, mulai dari Festival Buku, Book Talk, hingga Bincang Kreatif yang dapat dinikmati masyarakat Sumatera Barat. (imam syaputra/mg8)

Editor : Hendra Efison
#unp #pameran buku #Ngaji Literasi #diskusi buku