Dalam sambutannya, Yota Balad mengapresiasi dedikasi Ponpes Al-Mughny yang berhasil mencetak generasi muda berilmu dan berakhlak.
“Kelulusan perdana ini bukti nyata komitmen Yayasan Al-Mughny dalam membina generasi Qurani. Pemko Pariaman juga terus berupaya mewujudkan visi Pariaman Risalah — beriman, saleh, dan berakhlak — serta target satu rumah satu hafiz di Kota Pariaman,” ujarnya.
Ia juga berpesan agar para santri menjadikan kelulusan ini sebagai awal untuk terus menimba ilmu dan menjaga nilai-nilai Islam dalam kehidupan.
“Lulus dari Ponpes bukan akhir, tapi awal dari perjalanan panjang. Jadikan ilmu dan Al-Qur’an sebagai pedoman di setiap langkah,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, Yota Balad turut memasangkan salempang kepada santri sebagai tanda kelulusan di tingkat Wustho yang setara dengan SMP.
Pembina sekaligus Pendiri Yayasan Al-Mughny, Mukhlis Rahman, menyampaikan bahwa pada kelulusan perdana ini terdapat delapan santri yang lulus, dengan empat di antaranya melanjutkan pendidikan ke SMA di Kota Pariaman dan empat lainnya melanjutkan ke jenjang selanjutnya di Ponpes Al-Mughny.
“Para santri ini adalah pionir dan bukti nyata ketekunan, disiplin, serta keikhlasan. Mereka telah melewati proses panjang pembentukan karakter dan keilmuan. Kelulusan ini menjadi awal untuk perjalanan yang lebih luas,” ujarnya.
Mukhlis menambahkan, keberadaan pondok pesantren menjadi benteng moral generasi muda di tengah derasnya arus globalisasi, sekaligus wadah untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an dan nilai-nilai keislaman.(*)
Editor : Hendra Efison