Kampung Inggris ini menghadirkan konsep pembelajaran yang menyatu dengan alam, jauh dari keramaian kota.
YEC berlokasi di Jalan Bukit Sungkai, Kelurahan Lambung Bukit, sekitar 4,1 kilometer dari Universitas Andalas. Tempat ini berada di kawasan perbukitan yang dikelilingi pepohonan, menciptakan suasana belajar yang tenang dan fokus.
Akses menuju lokasi hanya dapat dilalui kendaraan roda dua melalui jalan setapak yang sudah dibeton, meski kini sebagian ruasnya rusak. Kondisi ini justru menambah nuansa petualangan bagi peserta yang ingin belajar di sana.
Penanggung jawab sekaligus pendiri YEC, Agustiawan (30), mengatakan, metode belajar yang diterapkan di YEC mengedepankan komunikasi dua arah agar peserta lebih percaya diri menggunakan Bahasa Inggris.
“Metode belajar di sini mendorong peserta aktif berbicara setiap hari. Semua aktivitas di camp menggunakan Bahasa Inggris,” ujar Agustiawan, Rabu (29/10/2025).
YEC resmi beroperasi sejak 10 Januari 2018 dan sebelumnya merupakan vila yang beroperasi pada 2016–2017.
Kini, YEC memiliki empat program utama, yaitu kelas umum, persiapan TOEFL, persiapan IELTS, dan kelas akhir pekan.
Peserta yang sebagian besar berasal dari kalangan mahasiswa dan lulusan SMA tinggal di camp dari Senin hingga Jumat.
Untuk kebutuhan makan, peserta dapat memesan kepada warga sekitar dengan sistem pembayaran mingguan.
Biaya pendaftaran saat ini sebesar Rp1,5 juta per orang, turun dari tarif normal Rp1,7 juta.
Diskon tersebut diberikan untuk memperluas akses masyarakat yang ingin meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris secara intensif.
Dengan konsep belajar yang berbeda dan lingkungan yang alami, Youth English Camp Bukit Sungkai menjadi alternatif baru bagi warga Kota Padang yang ingin belajar Bahasa Inggris secara efektif menyenangkan. (Mengki Kurniawan/CR3)
Editor : Hendra Efison