Pelatihan ini berlangsung di TK Alam Talago selama dua hari, 31 Oktober–1 November 2025.
Kegiatan bertema “Peningkatan Kompetensi Guru dalam Pembuatan Media Pembelajaran Berbasis Augmented Reality (AR) sebagai Solusi Literasi Digital Anak Usia Dini” ini merupakan bagian dari program PKM–Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM-PKM) UNP.
Program yang bersumber dananya dari DRPM Beach III tahun 2025 dengan no kontrak 4464/UN35.15/PM/2025 ini, bertujuan meningkatkan kemampuan guru dalam mengembangkan media pembelajaran digital yang interaktif dan menarik bagi anak usia dini.
Teknologi AR dipilih karena mampu menggabungkan dunia nyata dengan elemen virtual, seperti gambar tiga dimensi (3D) yang bergerak dan bersuara, untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih kontekstual.
Selama pelatihan, para peserta mempelajari teori dasar AR serta praktik pembuatan media pembelajaran digital.
Mereka juga didampingi dalam mendesain konten 3D sederhana dan mengintegrasikannya ke dalam aplikasi AR yang dapat digunakan di kelas.
Kegiatan dibuka oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Sawahlunto, Rafki Rusdian, S.Pd., M.M., yang menyampaikan bahwa pelatihan ini sejalan dengan program pemerintah dalam penguatan kompetensi guru di era digital.
“Kami berharap guru-guru dapat berani berinovasi dan mendokumentasikan hasil kegiatan agar bisa dipublikasikan sebagai contoh baik di lingkungan pendidikan,” ujarnya.
Ketua IGTK Sawahlunto, Hamida Fitria, S.Pd., juga menyampaikan apresiasi atas pelatihan tersebut.
“Kegiatan ini benar-benar membuka wawasan baru bagi kami. Guru-guru jadi lebih percaya diri menggunakan teknologi dan mampu membuat media belajar yang kreatif,” katanya.
Kegiatan menghadirkan Dr. Setiyo Utoyo, S.Pd., M.Pd. sebagai narasumber utama, didampingi Dr. Nur Hazizah, S.Pd., M.Pd., Hilmainur Syampurma, S.Pd., M.Pd., AIFMO-P, Elsy Assari Putri, S.Pd., dan Sri Cahaya Sihombing, S.Pd.
Selain dosen, dua mahasiswa PG-PAUD UNP, Revina Anjelia dan Ratih Sri Rahayu, turut membantu pelaksanaan kegiatan.
Para guru menunjukkan antusiasme tinggi selama pelatihan. Beberapa di antara mereka berhasil menciptakan produk seperti “kartu pintar hewan 3D” dan “buku cerita interaktif” berbasis AR yang dapat diakses melalui ponsel pintar.
Evaluasi kegiatan dilakukan melalui observasi antusiasme peserta, pre-test dan post-test, serta monitoring hasil pelatihan.
Hasilnya, sebagian besar peserta mampu menghasilkan media pembelajaran AR mandiri yang kemudian diujicobakan di kelas dengan respons positif dari anak-anak.
Ke depan, UNP dan TK Alam Talago berkomitmen melanjutkan kerja sama pendampingan pengembangan media pembelajaran digital.
Program ini diharapkan memperkuat literasi digital guru PAUD sekaligus mendukung transformasi pendidikan berbasis teknologi di Indonesia.(*)
Editor : Hendra Efison