Permohonan ini disampaikan seiring kebutuhan mendesak dalam menunjang layanan bagi ratusan siswa berkebutuhan khusus (SBK) di Sumatera Barat.
Kepala SLBN 1 Padang, Sudirja SPd, menyebut sekolah belum memiliki Gedung Tujuan Khusus yang diperlukan untuk layanan terapi dan pengembangan siswa.
“Kami sangat membutuhkan ruang integrasi sensorik, ruang BKPBI, dan ruang activity daily living (ADL),” kata Sudirja, Selasa (25/11/2025).
Hingga saat ini, tiga ruang tersebut belum tersedia secara fisik. Sebagai solusi sementara, pihak sekolah menggunakan ruang kelas reguler untuk kegiatan terapi.
Kebijakan ini berdampak pada berkurangnya jumlah ruang belajar standar.
Kendala pembangunan juga dipengaruhi keterbatasan lahan. Area sekolah di Jalan Limau Manis, Kecamatan Pauh tercatat hanya sekitar 7.200 meter persegi, sehingga sulit mengembangkan bangunan baru.
Selain infrastruktur, masalah transportasi menjadi persoalan utama. Siswa SLBN 1 Padang berasal dari berbagai wilayah, termasuk Siti Nurbaya, Pondok, Baypass, hingga Ampang. Lokasi sekolah yang jauh dari jalan utama dan tidak dilalui angkutan umum menyulitkan mobilitas.
“Rata-rata orang tua siswa berasal dari ekonomi menengah ke bawah. Mereka harus mengantar-jemput setiap hari,” ujar Sudirja.
Sekolah mengusulkan pengadaan mobil antar-jemput siswa serta pengalihan rute Trans Padang agar melintasi kawasan Limau Manis.
Usulan ini dinilai dapat meringankan beban orang tua dan meningkatkan akses siswa ke sekolah.
Wakil Kepala Bidang Kesiswaan, Fitriani SPd, juga menyoroti kebutuhan perangkat pembelajaran modern seperti tablet dan alat bantu belajar.
Pihak sekolah berharap adanya penyetaraan dukungan fasilitas antara SLB, SMA, dan SMK, serta penguatan alokasi anggaran sesuai kebutuhan riil pendidikan siswa berkebutuhan khusus.(CR3)
Editor : Hendra Efison