PADEK.JAWAPOS.COM-Program Studi Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana Universitas Andalas menggelar sosialisasi dan penyuluhan kualitas perairan, potensi ekowisata, serta dampak perladangan di Danau Talang, Kabupaten Solok. Kegiatan yang dilaksanakan pada pada 12 Oktober dan 12 November 2025 itu sebagai upaya memperkuat tata kelola danau berbasis sains dan pemberdayaan masyarakat.
Penyuluhan tersebut dirasakan manfaatnya bagi masyarakat sekitar.
"Masyarakat sejak dulu mengambil air minum dari bagian tengah danau menggunakan sampan, sementara kawasan tepi danau digunakan untuk suplai air homestay dan vila, serta berkembang kafe dan wisata petik stroberi yang menjadi daya tarik pengunjung," kata Pj Wali Nagari Kampuang Batu Dalam Danau Talang, Ahmad Nursi, kepada redaksi media ini, Selasa 2 Desember 2025
Dalam praktinya, tim dosen, mahasiswa, dan alumni Ilmu Lingkungan Unand melakukan pengambilan sampel di tiga titik danau sebelum memaparkan hasil uji laboratorium di Laboratorium Ekologi Hewan Departemen Biologi Unand.
Mayoritas responden menilai minat wisata sangat tinggi berkat udara sejuk, panorama, dan ragam aktivitas, namun pengelolaannya belum optimal. Temuan ini memperkuat urgensi pengembangan ekowisata berbasis konservasi agar peluang ekonomi tidak berubah menjadi ancaman ekologis.
Tim menekankan ekowisata harus memenuhi tiga pilar, yaitu kelestarian alam, pendidikan lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat. Rekomendasi yang disampaikan meliputi penataan jalur trekking, wisata edukasi ekologi perairan, penataan area swafoto, kebersihan kawasan, serta penyediaan fasilitas ramah lingkungan tanpa mengganggu habitat.
Dari sektor pertanian, kuesioner mencatat mata pencaharian utama warga adalah berkebun dengan komoditas bawang, tomat, cabai, dan sayuran yang dipasarkan hingga Riau. Ketua Pemuda Zal dan tokoh masyarakat Mar menyampaikan keluhan fluktuasi harga, terutama saat panen tomat melimpah.
Tim mengusulkan koordinasi tanam lintas wilayah, pemanfaatan teknologi informasi, serta pengolahan pascapanen melalui pengawetan dan fermentasi yang dirancang bersama Laboratorium Mikrobiologi Departemen Biologi Unand.
Pada penyuluhan lanjutan, tim menjelaskan perladangan tanpa konservasi memicu erosi dan kekeruhan serta limpasan pupuk kimia yang dapat meningkatkan ledakan alga dan menurunkan oksigen terlarut. Rekomendasi teknis yang ditawarkan meliputi terasering, sabuk penyangga, pupuk organik, dan agroforestri.
“Kami akan menindaklanjuti dengan pendampingan teknis dan jejaring riset agar ekowisata dan pertanian ramah lingkungan berjalan beriringan,” kata Dr. Jabang Nurdin menutup kegiatan, seraya menyebut Unand siap memfasilitasi penguatan kapasitas masyarakat untuk menjaga Danau Talang sebagai aset ekologis dan ekonomi Solok. (*
Editor : Tandri Eka Putra