Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Pemkab Pesisir Selatan Percepat Validasi Data Stunting 2025 Lewat Aplikasi Bina Bangda

Yoni Syafrizal • Kamis, 4 Desember 2025 | 13:51 WIB
Kabid Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bapedalitbang Pessel, Fadli Amra. (dok Fadli)
Kabid Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bapedalitbang Pessel, Fadli Amra. (dok Fadli)

PADEK.JAWAPOS.COM-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesisir Selatan melaksanakan kegiatan penghimpunan data stunting tahun 2025 sebagai langkah mempercepat proses validasi pada aplikasi Bina Bangda Stunting.

Upaya itu dipandang penting untuk memastikan data stunting yang dihimpun daerah tersaji secara akurat dan dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan yang lebih efektif.

Kegiatan tersebut digelar Kamis (4/12) di Ruang Rapat Pantai Carocok, lantai I Kantor Bapedalitbang Pessel, dan diikuti oleh seluruh perangkat daerah.

Setiap instansi diwajibkan membawa pejabat yang memahami isu stunting serta seorang operator data sesuai penugasan resmi, guna memastikan proses penginputan berjalan optimal.

Kepala Bidang (Kabid) Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bapedalitbang Pessel, Fadli Amra, ketika dihubungi menjelaskan bahwa penguatan validasi data merupakan kebutuhan mendesak dalam upaya penanganan stunting.

"Kami ingin memastikan bahwa data yang masuk ke sistem adalah data valid, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan," ujarnya.

Menurut Fadli, keberhasilan program penanganan stunting sangat bergantung pada kualitas data. Ia menekankan bahwa tanpa data yang akurat, intervensi yang disusun pemerintah tidak akan tepat sasaran.

Ia juga menilai bahwa kegiatan ini bukan hanya rutinitas administratif, tetapi bagian dari langkah strategis menurunkan angka stunting di Pesisir Selatan.

Fadli menambahkan bahwa pengelolaan data stunting harus mengikuti standar nasional. "Data stunting bukan sekadar angka, tetapi dasar kebijakan yang berkaitan langsung dengan masa depan anak-anak kita," jelasnya.

Dalam kegiatan itu ia juga meminta operator data membawa perangkat kerja seperti laptop agar proses entri dan verifikasi data dapat dilakukan langsung di tempat, sehingga mengurangi risiko kesalahan dan mempercepat validasi.

Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kab Pessel, Evafauza Yuliasman,yang dihubungi secara terpisah menegaskan bahwa penguatan basis data merupakan pijakan awal bagi pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan.

"Kami ingin memastikan seluruh kebijakan dan program penanganan stunting berjalan berbasis data yang akurat," katanya.

Evafauza menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus memberikan perhatian besar pada percepatan penurunan stunting. Menurut nya, ketersediaan data yang baik akan menghasilkan perencanaan program yang lebih efektif dan menyasar kelompok masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Ia menilai langkah ini sebagai bentuk komitmen Pesisir Selatan mendukung target nasional penurunan stunting. Ia juga mengingatkan bahwa penanganan stunting membutuhkan kerja sama lintas sektor.

"Penanganan stunting tidak bisa dikerjakan satu instansi saja. Ini kerja bersama," tegasnya.

Evafauza berharap kegiatan penghimpunan data tersebut menjadi awal terbentuknya strategi intervensi gizi dan kesehatan anak yang lebih matang.

Dari itu ia mengimbau kepada seluruh perangkat daerah agar menjalankan peran masing-masing secara maksimal dalam proses validasi data stunting 2025.

"Sebab data yang lengkap dan akurat akan menjadi landasan kuat dalam merumuskan kebijakan intervensi stunting yang tepat sasaran, demi meningkatkan kualitas generasi masa depan di daerah ini," tutupnya. (yon)

Editor : Novitri Selvia
#Bina Bangda Stunting #Fadli Amra #Evafauza Yuliasman #Pemkab Pessel