Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Unand Perkenalkan Sistem Rumah Kaca Cerdas untuk Tingkatkan Produksi Benih Kentang di Kerinci

Mengki Kurniawan • Senin, 8 Desember 2025 | 18:20 WIB

Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Andalas memperkenalkan Sistem Rumah Kaca Cerdas kepada petani Kerinci sebagai inovasi untuk meningkatkan produksi dan kualitas benih kentang.
Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Andalas memperkenalkan Sistem Rumah Kaca Cerdas kepada petani Kerinci sebagai inovasi untuk meningkatkan produksi dan kualitas benih kentang.
PADEK.JAWAPOS.COM–Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Andalas (Unand) Padang memperkenalkan aplikasi Sistem Rumah Kaca Cerdas kepada petani kentang di Kabupaten Kerinci, Jambi.

Program ini bertujuan meningkatkan produksi dan kualitas benih kentang melalui inovasi teknologi pertanian.

Kegiatan berlangsung di Desa Sungai Sikai, Kecamatan Gunung Tujuh, sejak Jumat (05/12/2025) hingga Minggu (07/12/2025).

Program tersebut merupakan bagian dari skema Program Transformasi Teknologi dan Inovasi (PTTI) Tahun 2025.

Tim beranggotakan tujuh orang dipimpin Dr. Ir. Kiki Yulianto, S.T.P., M.P., bersama dua dosen lain, yaitu M. Thaufan Arifuddin, M.A. Ph.D., dan Arif Ravi Wibowo, S.P., M.Si., serta empat mahasiswa.

Kegiatan meliputi pemaparan program, pengujian alat, pelatihan, serta monitoring dan evaluasi.

Dr. Kiki menyampaikan bahwa dukungan teknologi dibutuhkan untuk memperkuat produksi benih kentang di daerah sentra pertanian seperti Kerinci.

Ia menyebut petani memerlukan benih berkualitas dan akses pemasaran yang lebih luas.

Dosen pemateri, Arif Ravi Wibowo, menjelaskan kendala utama petani Kerinci adalah keterbatasan bibit berkualitas.

Banyak petani masih membeli bibit dari luar daerah dengan kualitas rendah dan harga tinggi.

Ia menyarankan penggunaan bibit lokal yang dapat ditelusuri asal-usulnya dan bebas penyakit.

Ia juga menekankan penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) melalui penyehatan tanah, pemupukan berimbang, dan rotasi bahan aktif pestisida.

Arif turut menyoroti keberadaan petani penangkar lokal, Budi (38), sebagai contoh Petani Pakar yang dapat menjadi rujukan bagi petani lain.

Sementara itu, M. Thaufan Arifuddin memberikan materi terkait strategi menembus kendali tengkulak dan pentingnya pemasaran digital.

Ia memaparkan praktik pemasaran pertanian yang sukses diterapkan di Jepang.

Sekitar 20–30 petani hadir dalam pelatihan yang berlangsung pada Sabtu malam.

Salah satu peserta, Siyam Januri (61), mengapresiasi kegiatan tersebut dan berharap petani dapat menerapkan pengetahuan yang diberikan.

Program ini diharapkan memperkuat kualitas produksi benih kentang di Kerinci dan mendorong pemanfaatan teknologi tepat guna di sektor pertanian setempat.(CR3)

Editor : Hendra Efison
#Sistem Rumah Kaca Cerdas #teknologi pertanian Unand #benih kentang Kerinci