Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Edukasi Lingkungan, FKM Unand Ajak UMKM Padang Kelola Limbah Minyak Jelantah

Adetio Purtama • Senin, 29 Desember 2025 | 17:13 WIB

Photo
Photo
PADEK.JAWAPOS.COM—Tim dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Andalas melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa edukasi pengelolaan limbah minyak jelantah bagi pelaku usaha pangan olahan di Kota Padang.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran pelaku UMKM terhadap dampak lingkungan dan kesehatan akibat pembuangan minyak jelantah secara sembarangan.

Kegiatan yang didanai melalui DIPA FKM Universitas Andalas Tahun 2025 tersebut diketuai oleh Trisfa Augia, S.Si., Apt., M.Sc, dengan anggota Dr. Mery Ramadani, S.K.M., M.K.M, serta melibatkan mahasiswa FKM Universitas Andalas.

Pelatihan dilaksanakan pada 21 November 2025 di Kecamatan Pauh dan diikuti oleh 14 pelaku usaha pangan olahan yang beraktivitas di sekitar lingkungan kampus Universitas Andalas.

Para peserta mendapatkan materi mengenai dampak pencemaran minyak jelantah terhadap kualitas lingkungan dan kesehatan, sekaligus pelatihan praktik pemanfaatan minyak jelantah menjadi produk ramah lingkungan.

Dalam pelatihan tersebut, peserta diperkenalkan tahapan sederhana pengolahan minyak jelantah. Untuk pembuatan lilin, minyak jelantah terlebih dahulu disaring dan dipanaskan, kemudian dicampur dengan bahan pengeras dan sumbu sebelum dicetak.

Sementara itu, pembuatan sabun dilakukan dengan mencampurkan minyak jelantah yang telah dibersihkan dengan larutan khusus, diaduk hingga homogen, lalu dicetak menjadi sabun cuci.

Ketua tim pengabdian, Trisfa Augia, menyampaikan bahwa minyak jelantah masih sering dibuang ke saluran air atau tanah tanpa pengolahan yang memadai.

“Padahal, limbah ini berpotensi mencemari lingkungan dan berdampak pada kesehatan masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pemahaman sekaligus keterampilan praktis yang dapat diterapkan langsung oleh pelaku usaha,” ujarnya.

Selain pemaparan materi, peserta juga dilibatkan dalam praktik langsung pembuatan sabun dan lilin berbahan dasar minyak jelantah. Pendekatan ini dinilai efektif karena peserta tidak hanya menerima teori, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung dalam mengolah limbah menjadi produk bernilai guna.

Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terkait dampak minyak jelantah serta cara pengelolaannya yang lebih aman dan ramah lingkungan. Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif selama seluruh rangkaian pelatihan.

Anggota tim pengabdian, Mery Ramadani, menambahkan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat mendorong pelaku UMKM untuk lebih bertanggung jawab dalam mengelola limbah usahanya.

“Pemanfaatan minyak jelantah menjadi sabun dan lilin tidak hanya mengurangi pencemaran, tetapi juga membuka peluang pengembangan produk ramah lingkungan,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, FKM Universitas Andalas berharap dapat berkontribusi dalam upaya pengurangan pencemaran lingkungan sekaligus pemberdayaan ekonomi pelaku UMKM. Ke depan, kegiatan serupa direncanakan menjangkau wilayah lain di Kota Padang agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas. (*)

Editor : Adetio Purtama
#limbah #edukasi lingkungan #padang #umkm #minyak jelantah #FKM Unand