Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Banjir Bandang Rusak SMAN 12 Padang, PBM Terganggu: 100 Komputer dan 90 Persen Buku Perpustakaan Hancur

Mengki Kurniawan • Selasa, 6 Januari 2026 | 15:55 WIB

PBM di SMAN 12 Padang belum kondusif akibat banjir bandang. Tiga kelas rusak, 100 komputer dan 90 persen buku perpustakaan hancur. (Foto: Mengki Kurniawan/Padeks)
PBM di SMAN 12 Padang belum kondusif akibat banjir bandang. Tiga kelas rusak, 100 komputer dan 90 persen buku perpustakaan hancur. (Foto: Mengki Kurniawan/Padeks)
PADEK.JAWAPOS.COM—Aktivitas Proses Belajar Mengajar (PBM) di SMAN 12 Padang belum berjalan kondusif hingga Selasa (6/1/2026) akibat kerusakan fasilitas sekolah yang terdampak banjir bandang sejak akhir November 2025.

Banjir bandang terakhir terjadi hingga Jumat (2/1/2026) dan menyebabkan sejumlah sarana pendidikan rusak berat, sehingga menghambat operasional sekolah pada hari-hari awal masuk semester.

Wakil Kepala Bidang Humas SMAN 12 Padang, Afrimadona, S.Pd., mengatakan tiga ruang kelas tidak dapat digunakan karena lantainya rusak berat akibat terjangan air dan lumpur.

“Kondisinya sangat memprihatinkan. Lantai di tiga kelas rusak berat, meja dan kursi banyak yang hanyut,” ujar Afrimadona, Selasa (6/1/2026).

Selain ruang kelas, kerusakan signifikan juga terjadi pada laboratorium informatika. Lebih dari 100 unit komputer dilaporkan rusak parah akibat terendam banjir.

Perpustakaan sekolah turut terdampak dengan sekitar 90 persen koleksi buku hancur akibat genangan air dan lumpur.

“Bahkan kami kehilangan lebih dari 100 komputer dan hampir seluruh buku di perpustakaan. Alat olahraga dan laboratorium pun tidak bersisa,” kata Afrimadona.

Kondisi tersebut memaksa sekolah menerapkan sistem belajar darurat dengan memanfaatkan tenda dan musala sebagai ruang belajar sementara.

Namun, lokasi belajar darurat tersebut dinilai belum ideal karena cuaca panas di Kota Padang yang mengganggu konsentrasi siswa.

“Anak-anak terpaksa belajar di tenda dan mushola. Kalau sudah siang, cuaca sangat panas menyengat sehingga konsentrasi belajar terganggu,” ujarnya.

Selain kerusakan fisik, pihak sekolah juga mencatat dampak psikologis terhadap siswa. Sebanyak lima siswa dilaporkan kehilangan rumah akibat banjir bandang.

“Kami sangat memperhatikan kondisi mental anak-anak, terutama lima siswa kami yang rumahnya ikut hanyut. Mereka mengalami trauma berat,” tutur Afrimadona.

Pihak sekolah berharap adanya percepatan pemulihan fasilitas agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan normal dan layak bagi seluruh siswa.(CR3)

Editor : Hendra Efison
#PBM terdampak bencana #fasilitas sekolah rusak #SMAN 12 Padang #Banjir Bandang Padang