Kritik tersebut disampaikan dengan membandingkan penghasilannya saat ini dengan gajinya ketika menjadi guru honorer.
Abdur menyampaikan keluhan terkait jurang antara beban kerja pendidik dan imbalan materi yang diterima. Ia menilai ketimpangan tersebut masih terjadi di banyak daerah.
“Penghasilan stand up 10 menit itu sama dengan gaji saya sebulan menjadi guru honor,” ujar Abdur dalam podcast tersebut.
Ia menyebut kondisi tersebut menunjukkan kurangnya perhatian negara terhadap tenaga pendidik yang berperan membentuk kualitas sumber daya manusia.
Menurut Abdur, banyak guru honorer di daerah harus mencari pekerjaan tambahan akibat gaji bulanan yang terbatas.
Situasi tersebut dapat memengaruhi fokus dan energi mereka saat mengajar.
Pemerintah disebutnya telah melakukan sejumlah upaya perbaikan status kepegawaian guru, namun implementasi dan pemerataan kesejahteraan dinilai belum sepenuhnya dirasakan hingga pelosok.
Abdur mendorong pemerintah memberikan jaminan kesejahteraan yang lebih adil bagi guru honorer sebagai bagian dari peningkatan kualitas pendidikan nasional.
Pernyataan Abdur memicu tanggapan luas dari masyarakat yang menilai isu kesejahteraan guru perlu menjadi perhatian utama dalam kebijakan pendidikan.(cr3)
Editor : Hendra Efison