Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Gerakan Literasi Raliko Gencarkan Membaca Nyaring di Limapuluh Kota, Sasar Anak Usia Dini

Irfan R Rusli • Jumat, 16 Januari 2026 | 19:31 WIB

Raliko tingkatkan literasi anak di Limapuluh Kota lewat kegiatan membaca nyaring di ruang terbuka. Fokus komunitas, sekolah, dan read aloud.
Raliko tingkatkan literasi anak di Limapuluh Kota lewat kegiatan membaca nyaring di ruang terbuka. Fokus komunitas, sekolah, dan read aloud.
PADEK.JAWAPOS.COM—Komunitas literasi Raliko (Read Aloud Limapuluh Kota) menggelar kegiatan membaca nyaring di berbagai ruang publik dan sekolah dasar di Kabupaten Limapuluh Kota, Jumat (16/1/2026).

Program ini digelar untuk memperkuat budaya membaca di tengah meningkatnya penggunaan gawai.

Ketua Harian Raliko, Yosi Kumala, mengatakan kegiatan dilakukan dengan metode read aloud di lokasi yang dekat dengan anak-anak, seperti taman kota, pendopo, dan ruang terbuka hijau.

“Literasi harus hadir di tengah kehidupan masyarakat. Membaca tidak selalu harus dilakukan di ruang kelas, tetapi bisa di ruang terbuka yang ramah bagi anak-anak,” ujar Yosi.

Raliko didirikan pada 24 September 2025 dan dipimpin oleh Melinda sebagai ketua umum. Komunitas ini memiliki struktur organisasi lengkap, termasuk seksi dokumentasi, humas, dan bendahara.

Kegiatan membaca nyaring dilakukan secara rutin di sekolah dasar dengan sasaran utama anak usia dini.

Buku yang digunakan dipilih secara selektif agar memiliki nilai moral dan edukatif. Anak-anak diajak berdialog dan menyampaikan pendapat setelah sesi pembacaan.

Selain sekolah, Raliko memperluas kegiatan hingga ke jorong, nagari, kecamatan, dan kabupaten. Program ini melibatkan guru, orang tua, mahasiswa, dan relawan literasi.

Menurut Yosi, metode membaca nyaring berdampak positif pada perkembangan bahasa dan komunikasi anak.

“Read aloud membantu meningkatkan kosa kata, konsentrasi, dan keberanian anak dalam berkomunikasi. Anak belajar mendengar dan menyampaikan pendapat,” katanya.

Raliko juga mendorong keterlibatan orang tua agar kebiasaan membaca dapat dibawa ke lingkungan rumah.

“Kami ingin anak-anak tidak hanya tumbuh sebagai generasi gawai, tetapi generasi yang dekat dengan buku,” tambahnya.

Ke depan, Raliko berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan sekolah dan komunitas lain serta memperluas jaringan relawan untuk pemerataan kegiatan literasi di Limapuluh Kota. (cr7)

Editor : Hendra Efison
#Membaca Nyaring #limapuluh kota #Raliko #literasi