Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

FK Unand Dipacu jadi Motor SDM Indonesia

Rommy Delfiano • Senin, 2 Februari 2026 | 16:06 WIB

Photo
Photo
PADEK.JAWAPOS.COM—Ketua DPP IKA Universitas Andalas (Unand), Denny Abdi menegaskan bahwa ambisi Indonesia Maju 2045 tidak akan tercapai tanpa peran kuat sektor kesehatan, khususnya Fakultas Kedokteran (FK). Ia mengingatkan, ketergantungan ekonomi Indonesia pada kekayaan alam adalah jalan buntu.

“Kekayaan alam pasti habis. Yang tidak habis itu kekayaan intelektual—inovasi, riset, dan olahan otak manusia,” kata Denny usai melantik pengurus DPP IKA FK Unand di Gedung Serbaguna FK Unand Jati Padang, Minggu (1/2). Kesempatan itu, juga dilelang sejumlah buku karya dosen FK Unand.

Menurutnya, motor ekonomi masa depan bukan lagi tambang dan komoditas, melainkan inovasi berbasis SDM sehat, cerdas, dan produktif. Di titik inilah peran dokter menjadi krusial, bahkan sejak fase paling awal kehidupan manusia.

Alumni juga menyatakan siap membantu pemerintah mengatasi ketimpangan distribusi dokter, terutama di daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal), dengan membuka akses kerja bagi lulusan FK Unand.

Menanggapi maraknya penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam dunia medis, Yevri menilai teknologi adalah alat bantu, bukan pengganti dokter. “AI bisa membaca rontgen, EKG, literatur jutaan data. Tapi keterampilan klinis dan keputusan medis tetap manusia yang pegang,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa AI justru membuka ruang riset baru bagi dunia kedokteran, selama dikawal dengan etika, penelitian, dan konteks klinis yang kuat.

Dengan kolaborasi fakultas, alumni, dan jejaring global, FK Unand diproyeksikan tidak hanya mencetak dokter, tetapi menjadi pabrik inovasi kesehatan—penopang utama Indonesia yang ingin hidup dari kecerdasan, bukan sekadar sumber daya alam. (rdo)

Editor : Adetio Purtama
#sdm #indonesia #FK Unand