Pementasan tersebut menjadi bagian dari disertasi penciptaan seni berjudul Dramaturgi Kurenah dalam Penciptaan Teater Jual Bual dengan pendekatan penelitian berbasis praktik (practice-based research).
Sidang dipromotori Dr. Dr. Eko Supriyanto, S.Sn., M.F.A., dengan kopromotor Dr. Yusril, M.Sn. Tim penguji dipimpin Dr. Bondet Wrahatnala, S.Sos., M.Sn. sebagai ketua dan Dr. Aries Budi Marwanto, S.Sn., M.Sn. sebagai sekretaris, serta lima penguji lainnya.
Kurniasih, dosen ISI Padang Panjang, menyebut proses penciptaan karya memakan waktu hampir satu tahun, sedangkan riset berlangsung sekitar empat tahun.
“Untuk karya teaternya berjudul Jual Bual. Proses penciptaannya hampir satu tahun, sedangkan risetnya sekitar empat tahunan,” kata Kurniasih, Sabtu (7/2/2026).
Ia menjelaskan karya berangkat dari pengamatan praktik pedagang obat kaki lima di pasar tradisional Minangkabau.
Aktivitas tersebut diposisikan sebagai peristiwa performatif, bukan sekadar transaksi ekonomi.
Konsep utama disertasi adalah kurenah, istilah Minangkabau yang merujuk pada strategi perilaku sosial melalui bahasa, tubuh, dan pengelolaan waktu.
Konsep ini digunakan sebagai paradigma dramaturgi dalam penciptaan teater.
Secara bentuk, pertunjukan menggunakan pendekatan teater postdramatik tanpa alur linear.
Struktur disusun dalam kolase peristiwa performatif dengan format menyerupai talkshow atau podcast interaktif.
“Salah satu kebaruan yang ditawarkan adalah perumusan jeda dramatik sebagai strategi dramaturgis yang berakar pada tubuh matrilineal. Jeda tidak dipahami sebagai kekosongan, melainkan sebagai tindakan performatif,” ujar Kurniasih.
Karya Jual Bual melanjutkan eksplorasi artistiknya setelah pementasan ICU pada 2010 dan ICU+ pada 2023.
Sidang terbuka ini dijadwalkan menjadi bagian evaluasi akademik akhir program doktoral ISI Surakarta.(*)
Editor : Hendra Efison