Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

BAN-PT Nilai ISI Padangpanjang Berpotensi Lampaui Standar Nasional

Yuwardi Tanjung • Kamis, 9 April 2026 | 10:18 WIB
Orasi ilmiah Ari Purbayanto bertema “Analisis Dampak Akreditasi Terhadap Perguruan Tinggi dan Alumni”, dalam agenda wisuda ISI Padangpanjang.
Orasi ilmiah Ari Purbayanto bertema “Analisis Dampak Akreditasi Terhadap Perguruan Tinggi dan Alumni”, dalam agenda wisuda ISI Padangpanjang.

PADANGPANJANG– BAN-PT menilai Institut Seni Indonesia Padangpanjang berpotensi melampaui standar nasional pendidikan tinggi, khususnya di bidang seni dan kebudayaan.

Penilaian tersebut disampaikan Direktur Dewan Eksekutif BAN-PT, Prof. Dr. Ir. Ari Purbayanto, M.Sc, saat menjadi orator pada wisuda Periode II Tahun Akademik 2025/2026 di kampus ISI Padangpanjang, Rabu (8/4/2025).

Dalam orasinya bertema “Analisis Dampak Akreditasi Terhadap Perguruan Tinggi dan Alumni”, Ari menegaskan bahwa dukungan pemerintah terhadap ISI Padangpanjang tergolong kuat, baik dari sisi jaminan bagi dosen, pelaksanaan Tridharma, hingga penguatan infrastruktur kampus.

“ISI Padangpanjang memiliki kapasitas dan potensi untuk menjadi salah satu perguruan tinggi unggul di bidang seni dan budaya,” ujarnya.

Baca Juga: BMKG: Cuaca Sumbar 9 April 2026 Didominasi Hujan, Payakumbuh Berpotensi Petir

Ia menekankan bahwa capaian akreditasi tidak hanya sebatas memenuhi kewajiban administratif, tetapi harus diarahkan untuk melampaui standar nasional pendidikan tinggi melalui strategi yang terukur dan berkelanjutan.

Ari juga mengungkapkan bahwa pengakuan keunggulan masih perlu ditingkatkan, dengan target minimal 30 persen program studi unggul, dosen bergelar doktor mencapai 20 persen, serta peningkatan jumlah lektor kepala dan guru besar yang saat ini masih di bawah 20 persen.

Menurutnya, dengan strategi yang tepat, target tersebut dapat dicapai dalam dua hingga tiga tahun ke depan, mengingat banyak perguruan tinggi memiliki potensi serupa namun belum mampu mengoptimalkannya secara maksimal.

Ia juga memaparkan perkembangan jumlah perguruan tinggi unggul di Indonesia yang meningkat signifikan, dari 16 institusi pada 2022 menjadi 337 perguruan tinggi saat ini.

Baca Juga: Dharmasraya Prioritaskan Perbaikan Jalan Provinsi di Musrenbang RKPD Sumbar 2027

ISI Padangpanjang Siapkan Strategi Peningkatan

Rektor ISI Padangpanjang, Dr. Febri Yulika, SAg, MHum, menyatakan bahwa seluruh komponen kampus harus merespons dorongan tersebut dengan perencanaan yang terstruktur dan berbasis indikator akreditasi.

Menurutnya, berbagai program stimulus telah dilakukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, termasuk dukungan pendidikan bagi dosen yang tidak memperoleh beasiswa.

Namun, ia mengakui hasil yang dicapai belum sepenuhnya sesuai harapan, sehingga diperlukan peningkatan kinerja, khususnya dalam pelaksanaan Tridharma perguruan tinggi.

Febri menegaskan bahwa dosen didorong untuk meningkatkan jenjang akademik hingga lektor kepala dan guru besar sebagai bagian dari penguatan kualitas institusi.

Baca Juga: PSG vs Liverpool 2-0: Doué dan Kvaratskhelia Cetak Gol

Selain itu, pengembangan infrastruktur juga terus dilakukan, di antaranya pembangunan ruang belajar yang berfungsi sebagai sarana pameran serta revitalisasi auditorium kampus secara bertahap sesuai prioritas.

Di sisi lain, kampus juga memberikan stimulus bagi mahasiswa dan dosen dalam peningkatan prestasi akademik, termasuk dukungan pendanaan untuk publikasi jurnal terakreditasi.

Febri menyebut bahwa ISI Padangpanjang telah memberikan penghargaan hingga Rp25 juta untuk jurnal terakreditasi, meskipun belum sepenuhnya terserap oleh mahasiswa.

Ia menegaskan bahwa peningkatan partisipasi mahasiswa dalam kegiatan akademik nasional masih menjadi tantangan, termasuk dalam hal keterlibatan dan pencapaian prestasi.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu segera dibenahi agar tidak berdampak pada lamanya masa studi mahasiswa dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi.

“Jika institusi tidak berkembang, kepercayaan masyarakat bisa menurun. Namun saya yakin, dengan komitmen bersama, semua target tersebut masih dapat dicapai,” ujarnya.(*)

Editor : Hendra Efison
#perguruan tinggi seni #Akreditasi BAN PT #Kualitas SDM Sumbar #isi padangpanjang