PADEK.JAWAPOS.COM—Universitas Paramadina kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan yang berorientasi pada pembentukan karakter dan kepemimpinan melalui pelaksanaan Wisuda ke-44.
Sebanyak 520 lulusan resmi dikukuhkan dalam prosesi yang digelar di The Krakatau Grand Ballroom, TMII, Jakarta, Sabtu (25/4/2026).
Momentum wisuda kali ini menyoroti pentingnya kesiapan lulusan menghadapi perubahan besar dunia kerja, terutama di tengah perkembangan kecerdasan buatan (AI), digitalisasi, dan tren ekonomi hijau.
Kepala LLDikti Wilayah III, Dr. Henri Togar Hasiholan Tambunan, dalam sambutannya menegaskan bahwa Paramadina memiliki peran strategis sebagai “Kampus Peradaban”.
Baca Juga: Gol Extra Time Al Brikan Antar Al Ahli Juara AFC Champions League Elite 2026
Ia menilai perguruan tinggi tidak hanya bertugas mencetak tenaga kerja, tetapi juga membentuk individu yang mampu memberi dampak luas bagi masyarakat.
Menurutnya, identitas tersebut berakar dari gagasan besar pendiri Paramadina, almarhum Nurcholish Madjid.
Ia menekankan bahwa kecerdasan intelektual harus diimbangi dengan integritas moral. Tanpa nilai tersebut, pendidikan justru berpotensi membawa dampak negatif bagi masyarakat.
Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan RI Prof. Yassierli dalam orasi ilmiahnya menggarisbawahi perubahan lanskap ketenagakerjaan yang semakin dinamis.
Baca Juga: Langkah Sumbar Terhenti di 16 Besar ORADO 2026, Evaluasi Pembinaan Jadi Fokus
Ia menyebut lulusan masa kini harus memiliki kesiapan menyeluruh atau triple readiness, yakni penguasaan keterampilan teknis, kemampuan interpersonal, serta kesiapan memasuki pasar kerja.
Ia menambahkan bahwa teknologi seperti AI tidak dapat berfungsi optimal tanpa dukungan keterampilan manusia.
Oleh karena itu, pola pikir inovatif dan kemampuan beradaptasi menjadi kunci utama dalam menghadapi disrupsi global.
Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini, menyebut wisuda ini sebagai titik awal bagi para lulusan untuk berkontribusi sebagai agen perubahan.
Baca Juga: Liverpool vs Crystal Palace 3-1: Isak Tajam Lagi, Robertson & Wirtz Pastikan Kemenangan
Ia menegaskan komitmen kampus dalam mencetak lulusan yang tidak hanya relevan dengan perkembangan zaman, tetapi juga mampu memimpin dengan integritas dan inovasi.
Hal senada disampaikan Ketua Yayasan Wakaf Paramadina, Wijayanto Samirin. Ia menilai pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi kemajuan peradaban.
Lulusan diharapkan tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu memberikan nilai dan kepemimpinan bagi bangsa.
Di sisi lain, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. Harry T.Y. Achsan, mengungkapkan bahwa jumlah wisudawan tahun ini mencatatkan peningkatan signifikan dibandingkan periode sebelumnya. Dari total 520 lulusan, terdiri dari 211 lulusan Program Sarjana dan 309 lulusan Program Magister.
Baca Juga: 30 Tahun Otonomi Daerah, Djohermansyah Soroti Tarik-Menarik Kekuasaan Pusat dan Daerah
Menurutnya, peningkatan tersebut mencerminkan kinerja akademik yang semakin baik serta efektivitas pengelolaan proses pendidikan di tingkat program studi.
Ia menilai keberhasilan ini merupakan hasil dari disiplin, ketekunan, dan kolaborasi yang terbangun di lingkungan kampus.
Wisuda ke-44 ini sekaligus memperkuat sinergi antara dunia pendidikan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam menyiapkan generasi unggul.
Paramadina menempatkan lulusan sebagai pilar penting dalam membangun peradaban baru Indonesia yang adaptif, berintegritas, dan inovatif.(*)
Editor : Hendra Efison