PADEK.JAWAPOS.COM-Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) resmi memberikan izin penggabungan Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Jayanusa di Kota Padang dengan Akademi Keperawatan Nabila di Kota Padangpanjang.
Penggabungan kedua institusi ini melahirkan Universitas Jayanusa yang kini berkedudukan di Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat.
Legalitas perubahan status kelembagaan ini ditetapkan melalui Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 573/B/O/2026. Surat keputusan penting tersebut ditandatangani oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Khairul Munadi atas nama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi pada tanggal 25 Mei 2026. Langkah ini menandai babak baru bagi pendidikan tinggi di bawah naungan Yayasan Bina Manajemen Informatika.
Berdasarkan keputusan resmi pemerintah tersebut, Universitas Jayanusa kini berwenang menyelenggarakan sejumlah program studi pada jenjang sarjana maupun diploma untuk memenuhi kebutuhan pendidikan masyarakat Sumatera Barat.
Daftar Program Studi Universitas Jayanusa
Universitas Jayanusa mengawali kiprahnya dengan menghadirkan enam pilihan program studi strategis yang relevan dengan kebutuhan industri modern.
Pada rumpun sains, teknologi, dan kesehatan, universitas baru di Padang ini menyelenggarakan Program Sarjana Sistem Informasi serta Program Sarjana Sistem Komputer untuk menjawab tantangan transformasi digital.
Selain itu, guna mendukung sektor tenaga medis, tersedia Program Diploma Tiga Keperawatan yang diselenggarakan di luar kampus utama, tepatnya di Kota Padangpanjang.
Menjawab dinamika sosial dan kebutuhan profesional, Universitas Jayanusa juga memperluas cakupan pendidikannya pada bidang sosial dan humaniora melalui tiga program studi unggulan baru.
Pilihan prodi tingkat sarjana yang siap melahirkan lulusan berdaya saing tersebut meliputi Program Sarjana Manajemen, Program Sarjana Ilmu Komunikasi, serta Program Sarjana Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
Dalam diktum keputusan menteri, ditegaskan bahwa peringkat akreditasi untuk Program Studi Sistem Informasi, Sistem Komputer, dan Keperawatan Diploma Tiga yang masih berlaku dari lembaga sebelumnya tetap dinyatakan sah. Manajemen kampus hanya wajib menyesuaikan statusnya dengan keputusan terbaru.
Sementara itu, untuk tiga program studi baru yaitu Manajemen, Ilmu Komunikasi, dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja dinyatakan telah memenuhi persyaratan minimum akreditasi.
Kemendiktisaintek juga mewajibkan Universitas Jayanusa untuk memenuhi Standar Nasional Pendidikan Tinggi dan menjalankan sistem penjaminan mutu internal secara konsisten.
Pihak kampus diwajibkan segera mengajukan akreditasi kepada Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi atau lembaga akreditasi resmi lainnya, serta melaporkan hasil penyelenggaraan program studi secara berkala.
Visi Strategis, Penguatan SDM, dan Fokus Kebutuhan Industri
Ketua Yayasan Bina Manajemen Informatika, Irwan Kinun, SE, MKom, mengatakan perubahan status menjadi Universitas Jayanusa merupakan langkah strategis untuk memperluas kontribusi institusi dalam menyiapkan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan bangsa, daerah dan dunia kerja.
Menurut Irwan, pengembangan universitas akan difokuskan pada bidang teknologi digital, kesehatan, manajemen bisnis, komunikasi, dan keselamatan kerja yang menjadi kebutuhan penting di tengah perkembangan industri dan transformasi ekonomi saat ini.
"Universitas Jayanusa hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia kerja terhadap tenaga profesional yang kompeten di bidang teknologi informasi, kesehatan, manajemen, komunikasi, dan keselamatan kerja. Karena itu, pengembangan program studi, kurikulum, dan proses pembelajaran akan terus kami selaraskan dengan kebutuhan industri regional maupun nasional," ujar Irwan kepada Padang Ekspres, Minggu (6/6/2026).
Ia menjelaskan, Program Studi Sistem Informasi dan Sistem Komputer akan menjadi penggerak penguatan transformasi digital, sementara Program Diploma Tiga Keperawatan diharapkan mendukung pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan.
Adapun Program Studi Manajemen, Ilmu Komunikasi, serta Keselamatan dan Kesehatan Kerja disiapkan untuk menghasilkan lulusan yang mampu beradaptasi dengan kebutuhan dunia usaha, industri, dan sektor pelayanan publik.
Irwan menambahkan, Universitas Jayanusa juga akan mengambil peran sebagai pusat inovasi dan pengembangan kewirausahaan dengan mendorong riset terapan, pendampingan UMKM, serta pemanfaatan teknologi yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan perekonomian daerah.
Di bidang akademik, Universitas Jayanusa menargetkan peningkatan mutu secara berkelanjutan melalui penguatan sistem penjaminan mutu, penambahan dosen berkualifikasi doktor, peningkatan publikasi ilmiah, serta perluasan kemitraan dengan pemerintah daerah, BUMN, sektor perbankan, rumah sakit, dan dunia usaha.
"Kami berharap dalam lima tahun ke depan Universitas Jayanusa mampu meningkatkan kualitas akademik, memperkuat reputasi institusi, meningkatkan produktivitas penelitian, memperluas kesempatan kerja bagi lulusan, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Sumatera Barat dan Indonesia," kata Irwan.(*)
Editor : Heri Sugiarto