Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Ratusan Siswa SMKN 3 Payakumbuh Dibekali Literasi Digital, Cegah Cyberbullying dan Lindungi Data Pribadi

Hendra Efison • Kamis, 11 Juni 2026 | 16:36 WIB
Kepala Dinas Kominfo Kota Payakumbuh Kurniawan Syah Putra memberikan edukasi literasi digital kepada siswa SMKN 3 Payakumbuh dalam kegiatan pencegahan cyberbullying dan perlindungan data pribadi, Kamis (11/6/2026).
Kepala Dinas Kominfo Kota Payakumbuh Kurniawan Syah Putra memberikan edukasi literasi digital kepada siswa SMKN 3 Payakumbuh dalam kegiatan pencegahan cyberbullying dan perlindungan data pribadi, Kamis (11/6/2026).

PAYAKUMBUH, PADEK.JAWAPOS.COM – Ratusan siswa SMKN 3 Payakumbuh mendapat pembekalan literasi digital, pencegahan perundungan siber (cyberbullying), dan perlindungan data pribadi dalam kegiatan yang digelar Pemerintah Kota Payakumbuh, Kamis (11/6/2026). Edukasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sekolah ramah anak di tengah meningkatnya penggunaan media sosial dan teknologi digital di kalangan remaja.

Kegiatan bertema “Stop Bullying dan Etika Bermedia Sosial, Kita Wujudkan Sekolah Ramah Anak” itu diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Payakumbuh di aula SMKN 3 Payakumbuh.

Pemerintah Kota Payakumbuh menilai tantangan perlindungan anak saat ini tidak hanya muncul di lingkungan fisik, tetapi juga berkembang di ruang digital. Karena itu, edukasi mengenai etika bermedia sosial dan keamanan digital menjadi kebutuhan penting bagi pelajar.

Kepala DP3AP2KB Kota Payakumbuh, Desmon Korina, mengatakan perkembangan teknologi informasi membawa banyak manfaat bagi generasi muda. Namun, kemajuan tersebut juga menghadirkan risiko yang perlu diantisipasi sejak dini.

“Kita ingin membangun kesadaran bersama bahwa sekolah ramah anak tidak hanya diwujudkan di lingkungan belajar secara langsung, tetapi juga di ruang digital tempat siswa berinteraksi setiap hari,” kata Desmon.

Literasi Digital Payakumbuh Jadi Benteng Perlindungan Anak

Untuk memperkuat pemahaman peserta, DP3AP2KB menghadirkan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Payakumbuh, Kurniawan Syah Putra, sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya membangun budaya digital yang sehat dan bertanggung jawab di kalangan pelajar.

Menurut Kurniawan, penguatan literasi digital sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota Payakumbuh dalam menyiapkan generasi muda yang unggul, berkarakter, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Ia menjelaskan media sosial seharusnya menjadi ruang untuk belajar, berkarya, dan mengembangkan potensi diri. Namun, ruang digital juga dapat menjadi tempat munculnya berbagai ancaman seperti cyberbullying, penyebaran hoaks, hingga penyalahgunaan data pribadi.

“Arahan Bapak Wali Kota Zulmaeta sangat jelas, yakni mempersiapkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, etika, dan kemampuan memanfaatkan teknologi secara bijak serta bertanggung jawab,” ujarnya.

Cyberbullying Bukan Sekadar Candaan

Kurniawan mengingatkan bahwa perundungan siber dapat muncul dalam berbagai bentuk. Mulai dari hinaan di media sosial, penyebaran foto tanpa izin, pengucilan dalam grup percakapan, hingga penggunaan akun palsu untuk mempermalukan seseorang.

Menurutnya, dampak cyberbullying tidak bisa dianggap remeh karena dapat memengaruhi kesehatan mental korban, menurunkan rasa percaya diri, serta mengganggu proses belajar. Dalam kasus tertentu, dampaknya bahkan dapat memengaruhi masa depan seseorang.

“Perundungan siber bukan sekadar candaan. Dampaknya dapat memengaruhi kesehatan mental, menurunkan rasa percaya diri, mengganggu proses belajar, bahkan memengaruhi masa depan korban,” katanya.

Karena itu, siswa yang menjadi korban cyberbullying diminta tidak membalas tindakan pelaku. Mereka disarankan menyimpan bukti, memblokir akun pelaku, dan segera melaporkan kejadian kepada orang tua, guru, atau pihak sekolah.

Jaga Data Pribadi dan Jejak Digital

Selain membahas bahaya perundungan siber, peserta juga mendapat pemahaman mengenai pentingnya menjaga keamanan data pribadi. Pelajar diingatkan agar tidak sembarangan membagikan informasi pribadi seperti alamat rumah, nomor telepon, kata sandi, maupun identitas lainnya di media sosial.

Kurniawan menegaskan bahwa setiap aktivitas di internet meninggalkan jejak digital yang dapat bertahan dalam jangka waktu panjang. Karena itu, siswa perlu mempertimbangkan dampak setiap unggahan sebelum membagikannya kepada publik.

“Jejak digital tidak mudah hilang. Apa yang kita unggah hari ini dapat ditemukan kembali bertahun-tahun kemudian dan berpengaruh terhadap pendidikan, karier, maupun masa depan seseorang,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Payakumbuh berharap para pelajar semakin memahami cara menggunakan teknologi secara bijak, mengenali risiko di dunia digital, serta mampu membangun lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan. Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam menciptakan generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan produktif di era digital.(*)

Editor : Hendra Efison
#Etika Bermedia Sosial #literasi digital Payakumbuh #perlindungan data pribadi #cyberbullying #SMKN 3 Payakumbuh