Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Kelas BerNALAR Diluncurkan di Payakumbuh, 107 Guru Siapkan Penguatan Literasi dan Numerasi Siswa SD

Hendra Efison • Jumat, 19 Juni 2026 | 11:00 WIB
Workshop Implementasi Kelas BerNALAR yang diikuti guru SD negeri dan swasta se-Kota Payakumbuh di Aula SKB Payakumbuh, Kamis (18/6/2026).
Workshop Implementasi Kelas BerNALAR yang diikuti guru SD negeri dan swasta se-Kota Payakumbuh di Aula SKB Payakumbuh, Kamis (18/6/2026).

PADEK.JAWAPOS.COM— Pemerintah Kota Payakumbuh melalui Dinas Pendidikan meluncurkan program Kelas BerNALAR (BerNumerasi Aplikatif dan BerLiterasi Aktual dan Relevan) untuk memperkuat kemampuan literasi, numerasi, dan penalaran peserta didik sekolah dasar. Program tersebut diperkenalkan melalui Workshop Implementasi Kelas BerNALAR yang diikuti 107 peserta di Aula Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Payakumbuh, Kamis (18/6/2026).

Peluncuran program ini menjadi bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan dasar yang terus didorong Pemerintah Kota Payakumbuh di bawah kepemimpinan Wali Kota Zulmaeta dan Wakil Wali Kota Elzadaswarman. Fokus utama program adalah membangun budaya belajar yang lebih aktif, kritis, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik abad ke-21.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh Nalfira mengatakan penguatan literasi dan numerasi menjadi salah satu prioritas pembangunan sumber daya manusia di daerah tersebut. Menurutnya, kemampuan membaca, memahami informasi, dan bernalar merupakan fondasi penting bagi kesuksesan peserta didik di masa depan.

“Literasi dan numerasi bukan sekadar kemampuan membaca, menulis, dan berhitung. Keduanya menjadi dasar dalam membangun kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi, serta memecahkan masalah,” kata Nalfira saat membuka workshop.

Kelas BerNALAR Dorong Budaya Belajar Aktif

Nalfira menjelaskan, program Kelas BerNALAR dirancang untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih mendalam dan kontekstual. Melalui pendekatan tersebut, siswa diharapkan mampu menghubungkan materi pelajaran dengan kehidupan sehari-hari.

Salah satu implementasi program ini adalah pembiasaan “15 Menit BerNALAR” sebelum pembelajaran dimulai. Dalam kegiatan tersebut, siswa diajak membaca, memahami informasi, berdiskusi, menganalisis materi, hingga mengaitkan pembelajaran dengan kondisi nyata di lingkungan sekitar.

Menurut Nalfira, kebiasaan sederhana tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis sekaligus memperkuat budaya literasi di sekolah. Selain itu, program ini juga selaras dengan kebijakan nasional terkait penguatan karakter dan pembelajaran bermakna.

“Program ini kami harapkan dapat menciptakan budaya belajar yang lebih kuat serta meningkatkan kualitas hasil belajar peserta didik secara berkelanjutan,” ujarnya.

107 Peserta Ikuti Workshop Implementasi

Workshop Implementasi Kelas BerNALAR diikuti oleh 20 anggota tim penulis modul dan 87 guru sekolah dasar negeri maupun swasta se-Kota Payakumbuh. Kegiatan tersebut menjadi langkah awal untuk memastikan program dapat diterapkan secara optimal di setiap satuan pendidikan.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh Syafni Hasni menjelaskan bahwa workshop merupakan bagian dari Proyek Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) yang diaktualisasikan melalui kerja sama dengan Lembaga Administrasi Negara (LAN).

Menurutnya, kegiatan ini bertujuan menghasilkan modul pembelajaran yang mampu mengintegrasikan literasi dan numerasi secara sistematis. Modul tersebut nantinya menjadi panduan bagi guru dalam menerapkan pembelajaran yang lebih efektif dan relevan.

“Tujuan utama workshop ini adalah menghasilkan modul pembelajaran yang dapat digunakan guru sekolah dasar untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi peserta didik sesuai kebutuhan saat ini,” kata Syafni.

Workshop berlangsung melalui berbagai metode, mulai dari pemaparan materi, presentasi hasil kerja tim pengembang modul, diskusi kelompok, hingga praktik implementasi melalui metode peer teaching.

Guru Jadi Kunci Keberhasilan Program

Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh menilai keberhasilan Kelas BerNALAR sangat bergantung pada peran guru sebagai ujung tombak transformasi pembelajaran. Karena itu, workshop juga difokuskan pada peningkatan kapasitas guru dalam menyusun pembelajaran berbasis literasi dan numerasi.

Para peserta mendapatkan pembekalan mengenai pengembangan modul, penyusunan asesmen berkualitas, pemanfaatan teknologi digital, hingga penggunaan kecerdasan artifisial secara bijak dalam proses pembelajaran.

Selain meningkatkan kompetensi tenaga pendidik, kegiatan tersebut juga memperkuat kolaborasi antara pengawas sekolah, kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan dalam mendukung implementasi program.

Melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan pendidikan, Pemerintah Kota Payakumbuh optimistis Kelas BerNALAR mampu menjadi gerakan bersama untuk meningkatkan kualitas pendidikan dasar.

“Kami optimistis Kelas BerNALAR dapat menjadi salah satu praktik baik transformasi pembelajaran di Kota Payakumbuh. Dengan kolaborasi dan komitmen bersama, program ini diharapkan melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, adaptif, dan siap menghadapi tantangan abad ke-21,” ujar Nalfira. (*)

Editor : Hendra Efison
#pendidikan dasar #Kelas BerNALAR #literasi siswa SD #numerasi Payakumbuh #Dinas Pendidikan Payakumbuh