Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Prof Rima Semiarty Resmi Jadi Guru Besar Unand, Soroti 5 Penyebab Masyarakat Berobat ke Luar Negeri

Rommy Delfiano • Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:40 WIB
Prof Dr dr Rima Semiarty MARA FiSPH FISCM SpKKLP 
Guru Besar Unand Bidang Ilmu Administrasi Layanan Kesehatan, Fakultas Kedokteran Universitas Andalas
Prof Dr dr Rima Semiarty MARA FiSPH FISCM SpKKLP Guru Besar Unand Bidang Ilmu Administrasi Layanan Kesehatan, Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

PADEK.JAWAPOS.COM–Prof Dr dr Rima Semiarty MARA FiSPH FISCM SpKKLP resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar Unand di bidang Ilmu Administrasi Layanan Kesehatan, Sabtu (27/6), di Convention Hall Universitas Andalas, Kampus Limau Manis, Padang.

Dalam pidato ilmiahnya, ia menyoroti fenomena masyarakat Indonesia yang masih memilih berobat ke luar negeri dan menawarkan strategi peningkatan mutu layanan kesehatan sebagai solusi.

Pengukuhan tersebut menjadi tonggak penting bagi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Namun, perhatian utama justru tertuju pada orasi ilmiah Rima yang berjudul Kenapa Berobat ke Luar Negeri? Peningkatan Mutu Administrasi Layanan Kesehatan untuk Kepuasan Masyarakat.

Menurut Rima, keputusan masyarakat mencari layanan kesehatan di luar negeri bukan semata dipengaruhi kelengkapan fasilitas atau kecanggihan teknologi medis. Pengalaman pasien selama menjalani pelayanan justru menjadi faktor yang sangat menentukan.

Guru Besar Unand Soroti Mutu Administrasi Layanan Kesehatan

Rima menjelaskan, kecepatan pelayanan, kemudahan proses administrasi, komunikasi tenaga kesehatan, hingga tingkat kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit menjadi komponen penting dalam membangun kepuasan pasien.

"Saya berupaya mengkaji berbagai faktor yang mempengaruhi keputusan masyarakat mencari layanan kesehatan di luar negeri, sekaligus menawarkan perspektif administrasi layanan kesehatan sebagai salah satu pendekatan strategis dalam membangun mutu layanan, memperkuat pengalaman pasien, dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap rumah sakit di Indonesia," ujarnya saat menyampaikan orasi ilmiah.

Selain itu, ia menilai pembenahan administrasi layanan kesehatan harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan medis.

Pendekatan tersebut diyakini mampu meningkatkan daya saing rumah sakit di Indonesia sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan dalam negeri.

Rima berharap hasil penelitian dan gagasan yang dipaparkannya dapat menjadi referensi bagi pemerintah, rumah sakit, perguruan tinggi, serta berbagai pemangku kepentingan dalam menyusun kebijakan pelayanan kesehatan yang lebih berkualitas, berkeadilan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Janji kepada Sang Ayah Akhirnya Terwujud

Di balik pencapaian akademik tersebut, Rima membagikan kisah pribadi yang penuh makna. Putri sulung almarhum Prof Kamardi Thalut SpB dan Isye Syahrina Munaf BA itu mengaku jabatan profesor merupakan janji yang pernah ia sampaikan kepada sang ayah.

"Alhamdulillah, janji kepada Papa terpenuhi. Sebab, ananda pernah berjanji suatu hari akan mempersembahkan jabatan akademik tertinggi ini kepada Papa. Hari ini, dengan segala kerendahan hati, janji itu ananda tunaikan," ungkapnya.

Momen haru juga terasa ketika Rima menyampaikan rasa syukur kepada suaminya, Prof dr Menkher Manjas SpB SpOT(K), yang mendampinginya selama lebih dari 37 tahun.

Menurutnya, dukungan keluarga menjadi kekuatan utama dalam perjalanan panjang membangun karier akademik hingga mencapai jabatan profesor.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada anak-anak, menantu, cucu, serta keluarga besar yang terus memberikan semangat dalam setiap tahap perjalanan hidupnya.

Pengukuhan Rima Semiarty sekaligus menambah jajaran profesor di Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.

Lebih dari sekadar pencapaian akademik, orasi ilmiahnya membawa pesan bahwa peningkatan mutu administrasi layanan kesehatan dan pengalaman pasien menjadi agenda penting agar masyarakat semakin percaya memilih layanan kesehatan di Indonesia, sehingga tren berobat ke luar negeri dapat terus ditekan.(*)

Editor : Hendra Efison
#layanan kesehatan Indonesia #berobat ke luar negeri #Fakultas Kedokteran Unand #Guru Besar Unand #Rima Semiarty