Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Pertahankan Populasi Sapi Lokal

Novitri Selvia • Kamis, 9 Februari 2023 | 11:33 WIB
POTENSI: Sejumlah sapi lokal Pessel beberapa waktu lalu. Masyarakat Pessel diminta agar tetap mempertahankan populasi sapi lokal yang ada.(IST)
POTENSI: Sejumlah sapi lokal Pessel beberapa waktu lalu. Masyarakat Pessel diminta agar tetap mempertahankan populasi sapi lokal yang ada.(IST)
Masyarakat peternak di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) diminta agar tetap mempertahankan populasi sapi lokal yang ada di daerah itu. Tujuannya agar populasi atau keberadaan sapi lokal pesisir (plasma nutfah) tetap lestari dan tidak punah di kemudian hari.

Hal itu disampaikan karena mempertahankan populasi sapi lokal tengah kian ketatnya persaingan perdagangan sapi pedaging impor, merupakan tanggung jawab bersama yang harus dimiliki oleh masyarakat peternak.

Harapan itu disampaikan Kepala Dinas Pertanian Pessel, Madrianto, kemarin (8/2) di Painan. Dijelaskannya, sapi lokal pesisir telah tercatat sebagai salah satu dari lima jenis sapi asli di Indonesia.

“Karena sapi lokal ini memiliki kekhasan dan keunggulan, maka harus tetap dijaga kelestariannya. Sebab melalui keunggulan itu sapi lokal pesisir yang berasal dari daerah ini banyak diminati oleh masyarakat untuk dikonsumsi,” katanya.

Dikatakan juga, sekarang Pessel juga telah tercatat sebagai salah satu daerah pemasok daging sapi terbesar di Sumbar.

”Agar sebagai daerah pemasok juga memiliki ciri khas tersendiri, terutama pada jenis sapinya, sehingga keberadaan sapi lokal yang ada di Pessel yang juga tercatat sebagai salah satu dari lima jenis sapi asli Indonesia, tidak boleh punah,” ingatnya.

Dia menjelaskan agar harapan itu benar-benar terwujud, sehingga upaya yang dilakukan pihaknya tidak saja melalui sistem Inseminasi Buatan (IB) sperma pejantan berkualitas, tapi juga melalui pengembangan kawasan khusus plasma nutfah sapi pesisir.

“Melalui upaya itu, sehingga populasi sapi asli pesisir masih bisa bertahan sebesar 65 persen dari sekitar 86.000 ekor total jumlah sapi yang ada saat ini di Pessel,” ujarnya.

Dijelaskan lagi, untuk meningkatkan nilai tawar serta juga jaminan harga sapi pedaging sesuai pasaran, daerah itu juga telah memiliki 1 unit pasar ternak di Nagari Lakitan Timur Kecamatan Lengayang.

“Saya berharap keberadaan pasar ternak ini benar-benar akan menjadi jaminan bagi masyarakat peternak agar harga sapi yang mereka jual sesuai dengan harga pasar,” tutupnya. (yon) Editor : Novitri Selvia
#Plasma Nutfah #ib #Dinas Pertanian Pessel #Madrianto #sapi lokal