PADEK.JAWAPOS.COM—Ruas Jalan Lintas Sumatera di Simpang Sungai Liku jelang Pasar Labuhan Nagari Pasia Palangai, Kecamatan Ranah Pesisir, terputus. Pasalnya, 1 unit jembatan sepanjang sekitar 30 meter pada bagian ujung arah Pasar Labuhan, terban sekitar empat meter.
Akibatnya kendaraan di Jalan Lintas Sumbar-Bengkulu yang melewati ruas jalan itu terjebak, alias tidak bisa kemana-mana lagi. Upaya penanganan sementara yang dilakukan oleh warga dengan memasang balok dari kayu, hanya bisa membantu mobilisasi kendaraan roda dua.
"Karena belum dilakukan penimbunan, sehingga membuat kendaraan roda empat yang akan menuju arah Painan dan Padang, serta sebaliknya yang akan menuju Tapan dan Bengkulu belum bisa dilakukan, atau masih lumpuh total," terang Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Pessel, Mawardi Roska, Jumat (8/3).
Terputusnya arus lalu lintas karena banjir akibat hujan deras itu juga terjadi di beberapa titik di sepanjang jalan lintas di Kecamatan IV Jurai, seperti di Bukit Putus, dan di Kecamatan Koto XI Tarusan.
"Namun kondisi di lapangan berbeda. Dikatakan demikian karena di beberapa titik jalan nasional yang macet itu tidak saja akibat jalan putus sebagaimana juga terjadi di dekat rumah makan jalan lurus menjelang pasar Barung Barung Belantai, tapi juga akibat tingginya material pasir bercampur batu dan tanah di sepanjang ruas jalan Duku. Sedangkan longsor di Bukit Putus Painan, sudah dilakukan upaya penanganan dengan menggunakan alat berat, sehingga jalan kembali bisa dilalui," jelas Mawardi.
Beberapa Jembatan Gantung Putus
Terkait berapa besar kerugian yang dialami akibat bencana banjir dan longsor yang mengakibatkan rusaknya berbagai infrastruktur pemerintah dan milik warga, Mawardi Roska belum bisa menjelaskan.
"Hingga saat ini kita masih melakukan penelusuran dan juga pendataan di lapangan terkait berapa besar kerugian. Sehingga berapa angkanya belum bisa kita jelaskan. Sebab kita juga masih menunggu laporan dari petugas, serta juga dari masyarakat melalui posko bencana yang kita sediakan di masing-masing kecamatan yang terdampak banjir tersebut," ujarnya.
Berdasarkan laporan secara lisan dari masyarakat, dan wali nagari, masih ada beberapa jembatan gantung lainnya yang putus akibat banjir tersebut. Jadi kita tunggu saja hasil rangkumannya.
"Terkait bantuan, juga sudah disalurkan, terutama untuk kebutuhan sembako dan pakaian. Bantuan ini juga mengalir dari masyarakat serta juga dari berbagai perangkat daerah, termasuk juga Bank Nagari. Karena kondisi cuaca masih tidak menentu, maka kepada warga diminta untuk tetap siaga, dan segera menyelamatkan diri bila ancaman bencana terjadi. Secara global jumlah warga yang melakukan pengungsian akibat banjir mencapai 38 ribu jiwa," jelasnya lagi. (yon)
Editor : Hendra Efison