Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Sulap Lahan Gersang Jadi Hijau, Tim Kemenparekraf Lakukan Visitasi ADWI 2024 di Desa Wisata Amping Parak Pessel

Yoni Syafrizal • Senin, 26 Agustus 2024 | 11:00 WIB
Direktur Infrastruktur Ekonomi Kreatif Kemenparekraf, Oneng Setya Harini, saat memberikan cinderamata kepada Sekkab Pessel, Mawardi Roska, Ketua TP PKK Pessel dan Ny Yusneti Rusma Yul Anwar. (dok yon)
Direktur Infrastruktur Ekonomi Kreatif Kemenparekraf, Oneng Setya Harini, saat memberikan cinderamata kepada Sekkab Pessel, Mawardi Roska, Ketua TP PKK Pessel dan Ny Yusneti Rusma Yul Anwar. (dok yon)

PADEK.JAWAPOS.COM-Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Republik Indonesia (RI) Sandiaga Salahudin Uno, diwakili Direktur Infrastruktur Ekonomi Kreatif, Oneng Setya Harini, melakukan visitasi atau verifikasi Desa Wisata Nagari Amping Parak, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) Sabtu (24/8).

Visitasi atau verifikasi yang dilakukan bersama Tim Kemenparekraf yang juga dihadiri Bupati Pessel, Rusma Yul Anwar dengan diwakili Sekkab Pessel Mawardi Roska itu, dalam rangka penilaian Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024.

Sebab Desa Wisata Amping Parak merupakan salah satu dari tiga desa di Sumbar yang masuk 50 besar dari 6.016 desa yang mendaftarkan diri untuk bersaing di ADWI 2024.

Direktur Infrastruktur Ekonomi Kreatif, Oneng Setya Harini, dalam sambutannya saat kunjungan itu menjelaskan bahwa ADWI adalah salah satu komitmen Kemenparekraf dalam mendukung pertumbuhan dan kemajuan dalam mengembangkan desa wisata.

"Desa Wisata Amping Parak saat ini telah masuk dalam 50 desa terbaik ADWI tahun 2024. Dari itu saya memberikan apresiasi, sebab Desa Wisata Amping Parak juga merupakan salah satu dari tiga desa wisata di Sumbar yang sudah masuk ke dalam 50 desa terbaik tersebut," katanya.

Dia mengatakan bahwa dengan telah masuknya Amping Parak ke dalam 50 desa wisata terbaik, sudah merupakan sebuah prestasi yang luar biasa.

"Ini saya katakan, karena secara nasional ada sebanyak 6.016 desa wisata yang mendaftar, dan kita memilih 50 yang terbaik. Karena Desa Wisata Amping Parak masuk pada 50 yang terbaik itu, maka sudah bisa dikatakan juara," ujarnya.

Dia berharap dengan sudah mendapatkan prestasi yang terbaik itu, maka mari secara bersama-sama untuk menjaganya. Baik dari Kemenparekraf sebagai yang telah menetapkan sebagai 50 yang terbaik, maupun dari masyarakat sendiri.

"Ini hendaknya menjadi awal bagi semua yang berkepentingan dan stakeholder agar lebih meningkatkan lagi kerjasama atau kolaborasi, termasuk juga inovasi-inovasi di dalam pengembangan program, pemasaran sesuai dengan tema yang diambil, yaitu desa wisata berbasis pengurangan risiko bencana yang secara umum merupakan wisata hijau berkelas dunia," ujarnya.

Dia menjelaskan dalam visitasi yang dilakukan selama penilaian ADWI 2024 di Desa Wisata Amping Parak, pihaknya juga akan melakukan pendampingan dan mengidentifikasi sisi kelebihan dan kekurangan.

"Setelah ini kami akan melakukan pendampingan. Kemungkinan pendampingan dilakukan 5 sampai 6 hari. Mengidentifikasi apa sisi kelebihan dan kekurangan," terangnya.

Ia menekankan dalam pengembangan desa wisata tersebut, pengelola desa wisata harus menyiapkan produk wisata unggulan dalam pemasaran dan bisa mewujudkan pelayanan yang berkualitas

"Setelah dipetakan, sarana apa yang dibutuhkan. Nanti akan diberikan bantuan oleh kementerian. Tapi, tentu harus dipetakan dulu, kebutuhan apa yang dibutuhkan," ujarnya.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Wisata Amping Parak, Haridman, dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa desa wisata Amping Parak memiliki sejumlah potensi, mulai dari wisata alam, budaya hingga seni.

Selain itu, pihaknya juga mengembangkan wisata berbasis pengurangan risiko bencana. Karena Desa Wisata Amping Parak berada di bibir pantai dan memiliki kerawanan bencana, salah satunya megathrust Mentawai yang menyimpan potensi gempa hingga 8,9 SR.

"Kita berada di zona merah gempa bumi dan tsunami. Jadi dari itu kita membuat ide tentang desa wisata berbasis pengurangan risiko bencana," terangnya.

Kesempatan itu, Haridman berharap adanya perhatian khusus dari Kementerian dalam meningkatkan sarana dan prasarana sebagai penunjang pengembangan Desa Wisata Amping Parak.

"Di sini kami tentu sangat butuh perhatian dari Kementerian bagaimana pengembangan desa wisata Amping Parak sesuai harapan," ungkapnya.

Sekkab Pessel, Mawardi Roska, dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasinya kepada Ketua Pokdarwis Desa Wisata Amping Parak, sebab mampu merubah kawasan yang gersang seluas 18,5 hektare yang dulunya hanya tempat gembala kerbau, menjadi kawasan yang hijau.

"Berbagai tantangan yang dia hadapi bersama anggota Pokdarwis sepuluh tahun lalu, sekarang telah membuahkan hasil. Sebab kawasan yang memiliki luas 18,5 hektar ini sudah berkembang menjadi kawasan wisata unggulan di Pesisir Selatan. Bahkan di kawasan ini juga dilakukan konservasi penyu dan pengembangan tanaman mangrove," ungkapnya.

Dia berharap dengan telah masuknya kawasan itu ke dalam 50 desa terbaik ADWI tahun 2024, maka akan terus maju dan berkembang bersamaan dengan desa wisata lainnya di Indonesia.

Selain Direktur Infrastruktur Ekonomi Kreatif, Oneng Setya Harini, juga hadir Dewan Juri ADWI, yakni Sugeng Handoko dan Joko Winarno. Serta Kabid Destinasi dan Industri Pariwisata Sumbar, Doni Hendra, Ketua TP PKK Pessel, Ny Yusneti Rusma Yul Anwar, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Pessel, Suhendri, sejumlah pejabat eselon II dan III lainnya di jajaran Pemkab Pessel. (yon)

 

Editor : Novitri Selvia
#Desa Wisata Amping Parak #Visitasi ADWI 2024 #sandiaga salahudin uno #rusma yul anwar #ADWI 2024