PADEK.JAWAPOS.COM-Untuk memberikan dorongan dan motivasi kepada masyarakat agar menghidupkan budaya gemar membaca, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) gencarkan turun ke berbagai Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di daerah itu.
Kunjungan itu juga dilakukan oleh Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pessel, Loli Novita, kepada TMB Andragogi Teluk Kasai, Kecamatan Batang Kapas baru-baru ini.
TBM Andragogi yang dikelola oleh Andra Usmanedi yang merupakan salah seorang guru di salah satu sekolah di Kecamatan Batang Kapas itu, merupakan salah satu TBM yang tidak saja dinilai sukses dalam memotivasi masyarakat mengembangkan budaya gemar membaca, tapi juga dalam melakukan literasi pemanfaatan potensi lingkungan.
"Dari itu kita akan terus memberikan dorongan kepada TBM ini agar terus berinovasi dalam membangkitkan semangat masyarakat supaya budaya gemar membaca semakin meningkat. Dan itu juga terlihat sudah dilakukan oleh TBM Andragogi. Makanya kita melakukan kunjungan Kamis (5/9) pekan lalu ke sini," kata Loli Novita, kepada Padang Ekspres dihubungi Jumat (13/9)
Dijelaskan Loli bahwa TBA Andragogi itu hadir di tengah-tengah masyarakat Teluk Kasai berawal dari keisengan Andra Usmanedi membuat perpustakaan pribadi. Sebab ketika itu dia memiliki banyak bahan bacaan pada saat kuliah.
Hal itu diakui Andra, ketika ditanya Jumat (13/9) dan menjelaskan bahwa awalnya keberadaan TBM nya itu diketahui oleh masyarakat dari mulut ke mulut. "Seiring berjalannya waktu koleksi bahan bacaan di TBM Andragogi semakin berkembang," katanya.
Memasuki tahun 2018 berbagai program mulai disinkronkan dengan gagasan saat awal merintis TMB. Dia mencoba mengintegrasikan bahwasanya perpustakaan tidak hanya untuk meminjam dan mengembalikan buku saja.
"Namun juga bisa digunakan untuk berbagai kegiatan. Misalnya Forum Kebencanaan, pengelolaan pakan ternak dan lain sebagainya," jelas Andra.
Lebih jauh dijelaskan bahwa salah satu kegiatan di TBM Andragogi itu saat ini adalah melakukan pengelolaan pakan Ternak azolla.
"Kegiatan ini bekerjasama dengan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Pessel, yang saat itu masih dipimpin oleh Mawardi Roska sebagai Kepala Dinas," ujarnya.
Diungkapkannya bahwa azolla merupakan tanaman paku yang mengambang di permukaan air dengan struktur yang terdiri dari cabang, batang, daun dan akar layang. Tanaman itu tersebar luas di daerah tropis dan tumbuh secara alami di areal perairan seperti kolam, danau, sawah dan lainnya.
Cara membudidayakan tumbuhan azolla sangat mudah. Budidaya bisa menggunakan bak mandi bekas, empang, parit, atau menggunakan kolam terpal, jika tidak membuat kolam tanah.
"Meskipun idealnya dilakukan di dalam kolam tanah, tetapi kolam buatan seperti bak atau terpal bisa dibuat menyerupai habitat aslinya. Tumbuhan azolla yang sehat memiliki kecepatan pertumbuhan 35 persen per hari. Umumnya sudah bisa dipanen dalam waktu 5 sampai 15 hari," terangnya.
Tumbuhan azolla yang telah siap dipanen akan menumpuk tebal memenuhi permukaan kolam.
Tumbuhan azolla berpotensi besar sebagai pakan ternak karena memiliki kadar protein yang tinggi, asam amino esensial, vitamin (vitamin A, B12, Beta Carotene) serta mineral yang memadai.
Ditambahkan lagi bahwa tumbuhan azolla memiliki kandungan protein kasar yang cukup tinggi yaitu sekitar 23 sampai 30 persen. Serta memiliki kandungan lignin yang rendah sehingga mudah dicerna oleh ternak.
"Oleh karena itu tumbuhan azolla cocok dimanfaatkan sebagai campuran pakan ternak khususnya itik, ayam, kambing, sapi dan kelinci. Kegiatan pengelolaan pakan ternak azolla pada TBM Andragogi, memberikan pakan ternak pada itik. Hasil pemberian pakan ternak terhadap itik dapat meningkatkan produksi telur dan ukuran telur itik menjadi lebih besar dari biasanya," jelasnya lagi.
Dia berharap keberadaan TBM tersebut tidak saja membantu masyarakat dalam hal meningkatkan minat baca, menambah bahan referensi untuk kegiatan pertanian. Tapi juga dapat menumbuhkan berbagai kegiatan literasi yang bermanfaat.
"Dari itu saya berharap Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pessel selalu membimbing dan melakukan pembinaan agar TBM ini tetap selalu berjalan sebagaimana mestinya," harapnya lagi.
Dia juga menyampaikan terimakasih kepada Dinas Perpustakaan Pessel sebab di tahun 2024 ini TBM Andragogi juga mendapatkan bantuan bahan bacaan bermutu dari Perpustakaan Nasional RI sebanyak 1000 judul buku dongeng, serta 1 unit rak untuk meletakkan buku. (yon)
Editor : Novitri Selvia