Berdasarkan laporan yang diterima dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pessel, Selasa (3/12) tim gabungan BPBD TNI, Polri, dan Kelompok Siaga Nagari (KSB) terus melakukan upaya pembersihan dan penanganan di lokasi-lokasi terdampak bencana.
Seperti halnya di Kecamatan Koto XI Tarusan, banjir melanda Nagari Duku Utara, khususnya Kampung Pasar Minggu dan Kampung Tanjung.
“Di beberapa kampung itu terdapat sekitar 89 rumah terendam dengan ketinggian air antara 20 hingga 50 cm. Selain itu, pembersihan material longsor dan pohon tumbang juga dilakukan di Nagari Barung Barung Belantai,” kata Kepala BPBD Pessel Yuskardi, Selasa (3/12).
Kemudian di Kecamatan Bayang, banjir terjadi di Nagari Kapeh Panji Jaya Talaok, dan merendam sekitar 50 rumah pula. Ketinggian air antara 20 hingga 40 cm. Banjir juga melanda Nagari Gurun Panjang dan Gurun Panjang Utara, dan menyebabkan sekitar 150 rumah terendam dengan ketinggian air antara 20 hingga 30 cm.
Selanjutnya di Kecamatan IV Jurai, banjir terjadi di Kampung Laban, Nagari Salido, menyebabkan sekitar 65 rumah terendam dengan ketinggian air 10 hingga 30 cm pula.
“Beberapa nagari pemekaran di Lumpo (Ampuan Lumpo, Bukik Kaciak Lumpo, dan Sungai Gayo Lumpo) juga terendam. Pada empat nagari itu total rumah yang terendam mencapai 144 unit pula, dengan ketinggian air antara 20 hingga 30 cm,” jelasnya.
Ditambahkan Yuskardi, di Kecamatan Batang Kapas, banjir melanda Kampung Anakan dan Sapan di Nagari Koto Nan Duo, mengakibatkan sekitar 60 rumah terendam. “Banjir juga terjadi di Nagari IV Koto Mudiak, dan merendam sekitar 170 rumah,” katanya.
Selanjutnya di Nagari IV Koto Hilie (Andurian dan Kampung Jambak), sekitar 120 rumah terendam. Jalan Kampung Jambak juga terban sepanjang 45 meter. Sedangkan di Nagari Taluak Tigo Sakato, banjir juga menyebabkan sekitar 50 rumah terendam.
“Di Kecamatan Sutera, banjir di Nagari Koto Nan Tigo Utara Surantih, mengakibatkan jalan provinsi terputus atau terban sepanjang 50 meter. Banjir juga melanda Nagari Amping Parak Timur, dengan sekitar 357 rumah terendam dengan ketinggian air 20 hingga 40 cm. Sedangkan banjir di Nagari Rawang Gunung Malelo menyebabkan sekitar 35 rumah pula terendam, dan 25 hektare lahan pertanian atau sawah terancam gagal panen,” ujarnya.
Lanjut ke Kecamatan Lengayang, banjir juga terjadi di Nagari Lakitan Tengah, mengakibatkan 250 rumah terendam dan jalan terban sepanjang 40 meter. Banjir juga melanda Kampung Tarok di Nagari Lakitan Selatan, dengan rumah terendam 20 unit dengan ketinggian banjir hingga 30 cm.
“Di Nagari Kambang Utara (Kampung Kambang Harapan dan Kampung Baru), sekitar 180 rumah terendam dengan ketinggian air antara 20 hingga 40 cm. Banjir juga terjadi di Nagari Lakitan Timur, menyebabkan sekitar 115 rumah terendam. Sedangkan hujan yang juga disertai angin kencang di Nagari Kambang Barat, telah mengakibatkan pohon tumbang, dan menimpa satu unit rumah, tapi tidak menimbulkan korban jiwa. Di Nagari Kambang Barat ini juga terdapat sekitar 125 rumah terendam banjir,” ungkapnya.
Beralih ke Kecamatan Ranah Pesisir, hujan deras dan angin kencang di Kampung Sumedang, Nagari Nyiur Melambai, juga menyebabkan satu unit rumah rusak.
Kemudian di Kecamatan Bayang Utara, hujan deras dan angin kencang juga mengakibatkan dahan pohon beringin patah di sekitar Jembatan Akar.
“Setelah dilakukan pembersihan, kondisi jembatan akar yang merupakan salah satu ikon wisata unggulan yang unik di Pessel kembali dalam keadaan baik, dan telah dapat dilalui kembali,” jelasnya.
Ditambahkan Yuskardi, hingga saat ini pihaknya masih terus melakukan pemantauan untuk memastikan kondisi di lapangan tetap terjaga. Upaya pembersihan yang dilakukan juga berjalan dengan lancar.
“Saat ini upaya perbaikan infrastruktur yang rusak akibat banjir dan longsor, seperti jalan terban dan jembatan, kita jadikan sebagai prioritas. Tujuannya, agar kerusakan yang terjadi tidak menimbulkan dampak terhadap keberlangsungan ekonomi dan aktivitas warga. Berapa besar kerugian yang dialami akibat bencana ini, masih kita lakukan penghitungan,” tutupnya. (yon)
Editor : Adetio Purtama