PADEK.JAWAPOS.COM-Pelestarian adat dan budaya Minangkabau perlu mendapat perhatian serius agar kekayaan seni budaya yang dimiliki oleh masyarakat Minangkabau tidak hilang ditelan zaman, termasuk juga di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel).
Hal itu disampaikan Anggota DPR RI dari Komisi VIII, Lisda Hendrajoni, melalui Tenaga Ahli (TA) Vera Elkam, ketika menghadiri Lomba Baju Kuruang dan Tingkukuak Kreasi yang diikuti Bundo Kanduang di Nagari Painan, Kecamatan IV Jurai.
Kegiatan yang digelar Sabtu (21/12) di kantor Wali Nagari Painan itu adalah dalam rangka memperingati hari ibu ke- 96 tahun 2024.
Lisda Hendrajoni melalui TA Vera Elkam, dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan yang dinilai bagian dari pelestarian adat budaya Minangkabau, khususnya di Pessel.
"Kami menyampaikan apresiasi dari Bunda Lisda Hendrajoni atas kegiatan yang diselenggarakan oleh bundo kanduang kita di Kenagarian Painan ini. Insha Allah Bunda Lisda akan terus mendukung penuh kegiatan yang berdampak positif khususnya bagi promosi daerah, seperti pakaian adat tradisional ini," ungkap Vera Elkam.
Meski berhalangan hadir karena ada agenda mendadak di DPR RI, namun Lisda Hendrajoni melalui Vera Elkam berpesan agar kedepan kegiatan tersebut dapat digelar digelar di setiap Kecamatan di Pesisir Selatan.
"Ini bertujuan untuk kembali menggeliatkan semangat para kaum perempuan, sebagai "Limpapeh Rumah Nan Gadang" di Minangkabau," katanya.
Dalam kesempatan itu dia juga menyampaikan permohonan maaf Lisda Hendrajoni yang berhalangan hadir.
"Bunda Lisda menyampaikan permohonan maafnya karena berhalangan hadir, padahal sebelumnya sudah diagendakan untuk berada di Pesisir Selatan, namun dikarenakan adanya panggilan mendadak, beliau harus kembali ke Jakarta hari ini juga. Namun, beliau berpesan kedepan kegiatan seperti ini harus terus digencarkan di kecamatan," ujarnya.
Terlihat para peserta yang juga berasal dari kecamatan lainnya itu tampil dengan penuh semangat memamerkan busana Baju Kuruang dan Tingkuluak Kreasi yang mereka kenakan. (yon)
Editor : Novitri Selvia