Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Perbaikan Jembatan Gantung Palangai Gadang Diusulkan ke BNPB, 20 KK Masih Mengungsi

Yoni Syafrizal • Selasa, 18 Maret 2025 | 15:30 WIB

Bupati Pessel, Hendrajoni bersama Anggota Komisi VIII DPR RI Lisda Hendrajoni, sarta mitra PNPB meninjau jembatan gantung Palangai, Senin (17/3). (Foto: HJ)
Bupati Pessel, Hendrajoni bersama Anggota Komisi VIII DPR RI Lisda Hendrajoni, sarta mitra PNPB meninjau jembatan gantung Palangai, Senin (17/3). (Foto: HJ)
PADEK.JAWAPOS.COM-Banjir bandang yang diakibatkan oleh hujan deras yang terjadi 13 Maret 2025 lalu di Nagari Palangai Gadang, Kecamatan Ranah Pesisir, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), masih menyisakan duka bagi masyarakat yang terkena dampak di Kampung Lubuak Namo, dan Kampung Tanjuang Masajik.

Selain masih menyisakan genangan lumpur dan tumpukan kayu berukuran besar di dua pemukiman warga dan saluran anak air Namo, jembatan gantung menuju Kampung Limau Sundai di nagari itu juga mengalami kerusakan parah dan nyaris putus, sehingga membuat 200 kepala keluarga (KK) menjadi terisolasi.

Terkait kondisi itu, Bupati Pessel, Hendrajoni bersama Anggota Komisi VIII DPR RI Lisda Hendrajoni, sarta mitra PNPB melakukan peninjauan langsung ke nagari tersebut, Senin (17/3).

Kunjungan itu juga didampingi Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Pessel Yuskardi, Kepala Dinas PUTR Pessel Yusvianty, Camat Ranah Pesisir Syafrizal, Anggota DPRD Pessel Novermal Yuska, Wali Nagari Palangai Gadang, Toni Afrizal, dan para pejabat eselon III lainnya.

"Ini kita lihat kondisinya sudah sangat memprihatinkan, dan membahayakan jika terus dibiarkan seperti ini. Diperkirakan biaya pembangunannya mencapai Rp 4 miliar. Jadi ini ada Buk Lisda dari Komisi VIII DPR RI, kita langsung ajak beliau agar ini dapat segera dibangun, melalui BNPB RI," ungkap Hendrajoni.

Disampaikan Hendrajoni bahwa proposal untuk pembangunan jembatan tersebut, sejauh ini sudah disiapkan, sehingga dapat segera diproses.

"Ya proposalnya sudah disiapkan, kita langsung kawal nanti bersama Buk Lisda ke BNPB RI di Jakarta agar ini menjadi prioritas. Karena sangat dibutuhkan masyarakat," jelasnya.

Sementara itu, anggota DPR RI Lisda Hendrajoni yang turun langsung dalam peninjauan ke lokasi jembatan menyebut, akan mendorong BNPB RI untuk perbaikan dan pembangunan jembatan tersebut, sebab ada sebanyak 200 KK yang akan membutuhkan jembatan itu setiap hari.

"Kita akan dorong BNPB RI untuk pembangunan jembatan ini. Karena ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat untuk mengangkut hasil pertanian. Tahun ini khusus di Pesisir Selatan sedang dilangsungkan pembangunan 3 jembatan yang juga rusak akibat banjir yang terjadi tahun kemarin. Kita optimis untuk jembatan ini juga disetujui oleh BNPB," ungkap Lisda.

Namun demikian, Lisda juga meminta pihak pemerintah daerah agar dapat segera mengevaluasi penyebab terjadinya banjir di kawasan tersebut.

"Kedepan kita juga harus melakukan upaya pencegahan dengan mengevaluasi apa yang menjadi penyebab banjir di kawasan ini. apakah karena illegal logging atau pembukaan lahan pertanian. Sehingga banjir tidak terus-terusan terjadi. Kasihan dengan masyarakat," ujar Lisda.

Sebagaimana diketahui, selain merusak 1 unit jembatan gantung, peristiwa banjir yang terjadi pada Rabu 12 Maret 2025 tersebut, juga mengakibatkan 104 rumah warga terendam air dan material seperti lumpur, serta tumpukan kayu.

Dari 104 rumah itu, sebanyak 20 rumah kondisinya cukup parah, sehingga penghuninya masih mengungsi di rumah famili atau warga lainnya.

Dalam kunjungan itu Lisda Hendrajoni juga menyalurkan bantuan sembako terhadap warga yang terdampak sebanyak 100 paket, yang penyerahannya dilakukan langsung kepada masyarakat yang terdampak.

"Ada paket sembako dari Baznas RI yang kita serahkan langsung kepada rumah-rumah yang terdampak, sehingga nanti saat kondisi masyarakat sudah agak membaik sudah ada pangan untuk dikonsumsi. Isinya ada beras, gula, tepung dan minyak goreng, serta makanan ringan, semoga dapat bermanfaat," jelasnya.

Terkait penanganan pasca banjir, Pemkab Pessel juga sudah menurunkan dua unit alat berat untuk melakukan pembersihan material yang menumpuk akibat terbawa arus air. Sebelumnya melalui Dinas Sosial, Pemkab Pessel juga telah menyalurkan bantuan pangan berupa beras sebanyak 500 Kilogram. (yon)

 

Editor : Novitri Selvia
#jembatan gantung palangai #Nagari Palangai Gadang #banjir bandang #hendrajoni #Lisda Hendrajhoni