Kegiatan ini merupakan kolaborasi bersama Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Padang, Sanari Dive Center, Pemprov Sumbar, Pemkab Pesisir Selatan, dan sejumlah mitra lainnya.
General Manager PT Angkasa Pura Indonesia BIM, Dony Subardono, menyebut aksi ini sekaligus peringatan satu tahun berdirinya Angkasa Pura Indonesia.
“Sebenarnya kegiatan ini sembari memperingati satu tahun Angkasa Pura Indonesia, tapi kami juga ingin melakukan kegiatan yang berdampak terhadap Indonesia. Hari ini kami membantu melestarikan terumbu karang di Kawasan Mandeh, tujuannya untuk meningkatkan wisata dan juga membuat kekayaan maritim kita tambah sehat,” kata Dony di lokasi.
Selain melestarikan terumbu karang, kegiatan ini juga memanfaatkan material sisa produksi Angkasa Pura sebagai media transplantasi karang.
Bahan yang semula tidak digunakan diolah menjadi rak besi empat persegi, rumah gadang bagonjong, dome kerangka besi, hingga media web spinner.
Dony berharap langkah ini dapat menjaga keberlanjutan keanekaragaman hayati laut.
“Semoga dengan sedikit kontribusi PT Angkasa Pura Indonesia dapat membuat ekosistem biota lautnya sehat, kemudian di bawah lautnya juga sehat. Jangan cuma kelihatan bagus di atas saja,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BPSPL Padang, Rahmat Irfansyah, mengungkapkan kondisi terumbu karang Sumbar saat ini memprihatinkan.
“Kondisi ekosistem terumbu karang yang baik hanya tertinggal 22 persen dan yang masih sangat baik 6 persen, sementara lebih dari 75 persen dalam keadaan rusak,” jelasnya.
Menurut Rahmat, kerusakan ini dipicu pemanasan global, penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan, serta pemanfaatan pesisir yang merusak habitat laut.
“Coral heritage ini upaya nyata BPSPL bersama multi stakeholder untuk memperbaiki kondisi biota laut kita. Kita tahu terumbu karang saat ini sedang dalam tekanan luar biasa, bukan saja karena iklim, tapi juga intervensi manusia,” tambahnya.
Kepala Dinas Pariwisata Pesisir Selatan, Suhendri, turut mengapresiasi kegiatan tersebut. “Atas nama Pemkab Pessel kami berterima kasih kepada PT Angkasa Pura Indonesia dan semua pihak. Bagi pemerintah daerah, bukan hanya alam yang harus dipulihkan, tetapi juga membangun budaya menjaga terumbu karang sebagai tanggung jawab moral masyarakat,” katanya.
Kegiatan ini juga dihadiri sejumlah pihak, di antaranya Kabid Destinasi Dinas Pariwisata Sumbar Dony Hendra, Wali Nagari Sungai Pinang Dasmen, Pimpinan Sanari Dive Center Samsuardi, serta perwakilan instansi lain seperti Bea Cukai, Otoritas Bandara Wilayah VI, Balai Karantina, hingga Pertamina Patra Niaga.(*)
Editor : Hendra Efison