PADEK.JAWPOS.COM-Wakil Bupati Pesisir Selatan (Pessel), Risnaldi Ibrahim, meresmikan pengoperasian Sistem Peringatan Dini Tsunami (Early Warning System/EWS) di Nagari Amping Parak, Kecamatan Sutera, pada Senin (6/10).
Perangkat EWS tersebut merupakan bantuan dari Bank Dunia melalui program Indonesia Disaster Resilience Initiatives Project (IDRIP) yang diinisiasi oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Pemasangan alat ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana gempa bumi dan tsunami di wilayah pesisir.
Dalam kegiatan peresmian, Wakil Bupati didampingi oleh Kepala Pelaksana BPBD Pesisir Selatan, Yuskardi, sejumlah pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, tokoh masyarakat, serta anggota Kelompok Siaga Bencana (KSB) Nagari Amping Parak.
“Dengan hadirnya sistem ini, kita harap masyarakat bisa merespons lebih cepat saat terjadi gempa yang berpotensi tsunami. Ini bagian dari upaya mengurangi risiko korban jiwa dan memperkuat kesiapsiagaan warga,” ujar Risnaldi Ibrahim.
Pada tahun ini, Kabupaten Pesisir Selatan menerima dua unit EWS melalui program IDRIP. Masing-masing unit ditempatkan di Nagari Amping Parak dan Nagari Kambang Barat. Total nilai bantuan mencapai sekitar Rp350 juta.
Kepala BPBD Pesisir Selatan, Yuskardi, menyebutkan bahwa pemasangan EWS merupakan langkah strategis dalam upaya mitigasi bencana, terutama di daerah pesisir yang rawan terhadap gempa dan tsunami.
Ia menekankan pentingnya pemeliharaan dan partisipasi aktif masyarakat agar sistem ini dapat berfungsi secara optimal.
“Alat ini penting, tapi yang lebih penting adalah bagaimana alat ini dijaga, diuji coba secara berkala, dan didukung oleh kesiapan warga,” katanya.
EWS yang dipasang menggunakan teknologi otomatis yang mampu mendeteksi gempa dan mengaktifkan sirene secara real-time.
Sistem ini dinilai lebih efektif dibandingkan sistem manual sebelumnya karena mempercepat proses penyampaian peringatan kepada masyarakat.
Selain pemasangan alat, BNPB juga memberikan pelatihan kepada KSB serta menyerahkan dokumen kajian risiko bencana sebagai panduan dalam situasi darurat.
Langkah ini dimaksudkan agar masyarakat tidak hanya menerima peralatan, tetapi juga memahami cara penggunaannya dan siap melakukan evakuasi jika diperlukan.
Nagari Amping Parak sendiri telah ditetapkan sebagai wilayah yang memenuhi indikator Tsunami Ready Community (TRC) tingkat nasional. Indikator tersebut mencakup kesiapan jalur evakuasi, keterlibatan masyarakat, serta sistem peringatan dini yang aktif.
BPBD Pessel mencatat bahwa kebutuhan EWS di seluruh wilayah kabupaten idealnya mencapai 72 unit, mengingat panjang garis pantai dan sebaran daerah rawan bencana. Pemerintah daerah akan terus mengajukan permintaan tambahan ke pemerintah pusat.
“Pelibatan masyarakat, edukasi kebencanaan, dan simulasi evakuasi akan terus ditingkatkan agar budaya sadar bencana tumbuh dari tingkat paling bawah,” tambah Yuskardi.
Peresmian EWS ini menjadi simbol komitmen bersama antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun ketangguhan menghadapi bencana. (yon)
Editor : Novitri Selvia