PADEK.JAWAPOS.COM-Tim kesehatan dari Puskesmas Balaiselasa, Kecamatan Ranah Pesisir, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), melaksanakan skrining kebugaran jasmani bagi siswa SDN 30 Koto Baru Rawang, Senin (20/10).
Kegiatan ini bertujuan mengukur kemampuan fisik siswa serta meningkatkan kesadaran tentang pentingnya hidup sehat sejak dini.
Kepala UPT Puskesmas Balai Selasa, Andri Dedi, saat dihubungi Selasa (21/10), menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan anak sekolah.
“Skrining kebugaran sangat penting sebagai bentuk deteksi dini terhadap potensi masalah kesehatan yang disebabkan oleh kurangnya aktivitas fisik pada anak,” jelas Andri.
Menurutnya, tes kebugaran ini dapat memberikan gambaran kondisi fisik siswa, yang kemudian bisa menjadi dasar bagi guru olahraga dan orang tua dalam menyusun strategi pembinaan.
“Kebugaran jasmani bukan hanya terkait dengan prestasi olahraga, tetapi juga berhubungan langsung dengan kemampuan belajar, konsentrasi, dan ketahanan tubuh terhadap penyakit,” tambahnya.
Ia menyoroti bahwa masih banyak anak sekolah yang kurang bergerak akibat pengaruh teknologi dan pola hidup tidak sehat. Skrining ini menjadi langkah awal untuk memperbaiki pola tersebut melalui intervensi yang tepat sasaran.
Tes kebugaran yang dilakukan meliputi empat komponen utama, yaitu penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, lari sejauh 1 kilometer, serta penyuluhan kesehatan.
Dari 14 siswa yang mengikuti kegiatan, hanya dua orang menunjukkan tingkat kebugaran baik. Sementara itu, 12 siswa lainnya tergolong dalam kategori kurang dan cukup bugar.
Angka tersebut dinilai memprihatinkan oleh tim pelaksana dari Puskesmas, Nora Tri Wulan Zuldi.
“Banyak siswa yang sudah kelelahan saat menempuh jarak 500 meter dalam tes lari. Ini menunjukkan betapa pentingnya edukasi tentang gaya hidup sehat,” ujar Nora saat ditemui Selasa (21/10).
Ia berharap pihak sekolah dan orang tua menjadikan hasil skrining ini sebagai dasar untuk memperbaiki kebiasaan sehari-hari anak, seperti waktu tidur, asupan gizi, dan waktu bermain di luar rumah.
Selain tes fisik, tim kesehatan juga memberikan penyuluhan mengenai manfaat olahraga, pentingnya makan bergizi, serta bahaya merokok.
Materi disampaikan dengan pendekatan yang menyenangkan agar mudah dipahami oleh anak-anak usia sekolah dasar.
Kegiatan skrining ini sejalan dengan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yang dicanangkan pemerintah. Tujuannya adalah menciptakan generasi muda yang sehat, kuat, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Kepala Dinas Kesehatan Pessel, Agustina Rahmadani, menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan kegiatan ini.
“Tes kebugaran jasmani merupakan langkah strategis dalam meningkatkan derajat kesehatan anak sejak usia dini,” kata Agustina pada Selasa (21/10).
Ia mendorong seluruh Puskesmas di Pessel untuk rutin mengadakan kegiatan serupa di sekolah-sekolah. Menurutnya, budaya hidup sehat harus dibentuk sejak anak duduk di bangku sekolah dasar.
Agustina juga mengimbau guru, orang tua, dan masyarakat untuk mendukung peningkatan kebugaran jasmani anak melalui olahraga rutin, konsumsi makanan sehat, serta menjauhkan anak dari kebiasaan buruk seperti begadang dan mengonsumsi makanan cepat saji secara berlebihan.
“Peran keluarga sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang optimal anak,” tegasnya.
Tes kebugaran jasmani di SDN 30 Koto Baru Rawang menjadi langkah awal dalam memetakan kondisi kesehatan siswa di wilayah kerja Puskesmas Balai Selasa. Ke depan, kegiatan serupa direncanakan akan dilaksanakan di lebih banyak sekolah dasar di daerah tersebut.
“Dengan data yang diperoleh dari skrining ini, Puskesmas dan pihak sekolah dapat menyusun program pembinaan kesehatan dan olahraga yang lebih terarah. Harapannya, anak-anak tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang sehat dan produktif,” tutup Andri. (yon)
Editor : Novitri Selvia