Kegiatan ini diikuti sekitar 200 peserta, terdiri dari kepala sekolah dasar dan pengawas dari empat kecamatan, yakni IV Jurai, Bayang, Bayang Utara, dan Koto XI Tarusan. Rakor dibuka secara resmi oleh Pj Sekda Pesisir Selatan, Evafauza Yuliasman, dan dihadiri sejumlah pejabat daerah.
Dalam sambutannya, Evafauza menegaskan pendidikan sebagai sektor prioritas yang menentukan arah pembangunan daerah.
“Pendidikan adalah sektor strategis yang menentukan masa depan daerah. Semua OPD harus memahami arah dan tujuan program pendidikan yang kini dikemas melalui Nagari Pandai,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Program Nagari Pandai merupakan gagasan Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, yang bertujuan melahirkan generasi cerdas, berdaya saing, dan berkarakter.
Menurutnya, pendidikan tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga pembentukan moral dan etika.
Evafauza juga menyoroti tantangan pendidikan di era digital. Kemajuan teknologi, katanya, membawa kemudahan sekaligus risiko terhadap karakter anak didik.
“Anak-anak sekarang mudah mengakses informasi, tapi kadang melupakan sopan santun. Ini tugas kita bersama untuk mengembalikan nilai-nilai itu,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa guru memiliki peran ganda sebagai pengajar dan pembimbing moral. Keberhasilan pendidikan, lanjutnya, bergantung pada enam faktor utama: guru, murid, orang tua, keluarga, lingkungan, serta sarana dan prasarana.
“Guru adalah motor penggerak, murid pusat perhatian, keluarga pondasi moral, dan lingkungan membentuk karakter. Jika semuanya harmonis, mutu pendidikan akan meningkat,” jelasnya.
Evafauza menutup sambutannya dengan pesan agar guru terus menjaga integritas dan menjadi teladan bagi peserta didik.
“Kalau kita ingin anak-anak beradab, maka guru juga harus menjadi contoh dalam kejujuran dan ketulusan,” katanya.(yon)
Editor : Hendra Efison